Lima Unsur Pembentuk Pola Kalimat yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mulai Menulis Teks
Photo by Cathryn Lavery on Unsplash

Lima Unsur Pembentuk Pola Kalimat yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mulai Menulis Teks

Dengan adanya kemudahan akses saat ini, kita sudah sangat mudah untuk memperoleh informasi. Tak seperti jaman dulu, dimana hanya orang-orang terpelajar dan bisa baca tulislah yang bisa mendapat informasi yang up to date.

Kemudahan mengakses informasi tersebut tentu membuat banyak dari kita yang sudah terbiasa membaca barisan-barisan kalimat dalam sebuah teks. Baik yang ada teks yang ada di buku, koran, atau teks digital. Namun, apakah kamu tahu kalau ternyata kalimat mempunyai jenis dan polanya sendiri?

Ya, dalam penulisan sebuah teks bahasa Indonesia memiliki polanya masing-masing. Setiap pola tersebut mempunyai unsur pembentuk sehingga setiap bagian dalam kalimat memiliki posisi yang tepat. hal ini penting untuk diketahui, supaya hasil penulisan yang kamu buat dapat tersampaikan maksudnya dengan baik.

Sebenarnya, materi tentang kalimat pasti sudah diajarkan di bangku sekolah. Tapi, kali ini kami akan mencoba merangkumnya supaya kamu bisa kembali mengingat materi yang pernah diajarkan oleh gurumu di sekolah.

Pengertian kalimat

pola kalimat: subjek, predikat, objek
Photo by Aaron Burden on Unsplash

Untuk mengerti apa itu kalimat, kita dapat melihatnya dalam dua pandangan, yakni pengertian kalimat secara umum dan pengertiannya secara luas. Lebih lanjut kamu dapat menyimak penjelasan berikut ini

Pengertian kalimat secara umum

Secara umum kalimat adalah sebuah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan maupun tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam susunan kalimat setidaknya harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Jika tidak mengandung kedua unsur tersebut maka tidak bisa disebut dengan kalimat, tetapi frasa.

Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik-turun, keras-lembut, disela-dijeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir dari penuturnya. Sedangkan dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca seperti titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).

Pengertian kalimat secara luas

Jika dilihat secara luas, kalimat bisa diartikan sebagai gabungan antara dua kata atau lebih, mulai kata dalam bentuk lisan maupun tulisan. Gabungan kata tersebut kemudian dirangkai sesuai dengan pola tertentu sehingga menjadi sebuah kalimat yang memiliki arti.

Suatu kalimat yang baik dan benar adalah kalimat yang memiliki unsur-unsur yang lengkap. Suatu kalimat dapat dikatakan memiliki unsur lengkap yaitu ketika mengandung unsur subjek (S), predikat, (P), objek (O), dan keterangan (K).

Unsur-unsur kalimat

pola kalimat: subjek, predikat, objek
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Seperti disebutkan di atas, kalimat yang baik adalah yang memiliki unsur yang lengkap. Ini dia penjelasan mengenai unsur-unsur tersebut:

Subjek (S)

Subjek adalah sebuah unsur inti atau unsur pokok pada sebuah kalimat. Bentuk dari subjek berupa kata benda yang terletak sebelum unsur predikat. Untuk lebih mudahnya, subjek bisa diartikan juga sebagai pelaku. Contoh subjek pada sebuah kalimat adalah:

  • Sinta dan Jojo senang menari
  • Adi membawa sekeranjang buah
  • Mobil merah melaju kencang

Predikat (P)

Predikat adalah sebuah unsur yang berfungsi untuk menerangkan apa yang sedang dilakukan oleh subjek. Predikat berupa kata kerja atau kata sifat. Contoh predikat pada sebuah kalimat adalah:

  • Ibu berjualan sayur di pasar
  • Tubuhnya berlumuran darah

Objek (O)

Objek adalah suatu unsur kalimat yang sangat penting objek berfungsi untuk melengkapi predikat karena terletak sesudah predikat. Objek bisa dibilang adalah sesuatu yang dikenai pekerjaan atau yang berkaitan dengan predikat. namun objek pada kalimat pasif berubah menjadi subjek. Contoh objek padasebuah kalimat adalah:

  • Ayah mencuci mobil
  • Sara memainkan ayunan di depan rumah

Keterangan (K)

Keterangan adalah sebuah unsur kalimat yang letaknya terletak diakhir kalimat. Keterangan berfungsi memberikan penjelasan lebih tentang subjek dan predikat pada suatu kalimat.

Ciri dari keterangan adalah ditandai dengan konjungsi atau kata hubung. Selain itu, keterangan juga dapat diletakkan di depan maupun di belakang kalimat. Keterangan dalam kalimat dapat berupa:

  • Keterangan tempat
    menerangkan tempat yang dimaksud dalam kalimat.
    Contoh: Di sawah, di rumah, di jalan
  • Keterangan waktu
    menerangkan waktu dari kejadian yang ada dalam kalimat.
    Contoh: besok pagi, kemarin siang, minggu depan, di musim hujan
  • Keterangan cara
    Keterangan yang menerangkan langkah dari predikat.
    Contoh: dengan serius, dengan cepat, sangat lambat, beriringan, berdampingan
  • Keterangan alat
    Alat yang digunakan oleh pelaku atau subjek untuk melakukan suatu pekerjaan (predikat) dalam kalimat.
    Contoh: menggunakan topi, mengendarai motor, dengan sepeda
  • Keterangan tujuan
    Tujuan yang ingin dicapai. Biasanya di awali dengan konjungsi tujuan, seperti agar, supaya, dan biar.
    Contoh: supaya rajin, agar cepat besar, supaya lulus ujian
  • Keterangan penyerta
    Keterangan yang menjelaskan tambahan dari subjek
    Contoh: bersama ayahnya, beserta teman sebangkunya, ditemani oleh kakaknya

Pelengkap (Pel)

pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi memberikan penjelasan yang lebih jauh dari keterangan. Pelengkap dalam sebuah kalimat fungsinya sama dengan objek, tapi yang membedakannya adalah pelengkap tidak bisa dirubah atau diposisikan menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Berbeda dengan keterangan yang di awali dengan kata penghubung, kehadiran pelengkap tidak perlu di awali kata penghubung. Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau objek. Contoh pelengkap pada sebuah kalimat adalah:

  • Nina menyanyikan lagu Raisa
  • Raka jatuh tertimpa tangga

Pola kalimat

pola kalimat: subjek, predikat, objek
SlideShare

Pada umumnya kalimat dalam bahasa Indonesia mempunyai 8 pola penyusunan kalimat. Dari pola-pola tersebut masih bisa dikembangkan lagi bentuk kalimatnya. Kamu bisa menyimak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini:

Pola S-P

Pola ini bisa dibilang adalah pola penyusunan yang paling sederhana. Sebab, pola ini hanya terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) saja. Predikat pada pola S-P bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau bilangan. Misalnya,

  • Ibu memasak
    S P
  • Peserta seminar ini tiga puluh lima orang
    S P (kata bilangan)
  • Pohon itu tinggi sekali
    S P (kata sifat)

Pola S-P-O

Unsur kalimat yang ada pada pola kalimat ini adalah subjek (S), predikat (P), dan objek (O). Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan objek), dan objeknya berupa nomina atau frasa nominal (gabungan dua atau lebih kata benda). Misalnya,

Ayah masuk rumah sakit
S P O

Pola S-P-Pel

Selanjutnya adalah kalimat yang penyusunannya terdiri dari subjek (S), predikat (P), dan pelengkap. Subjeknya berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa suatu verba intransitif atau sebuah kata sifat, dan pelengkapnya berupa kata benda atau kata kerja. Misalnya,

Dodit bekerja sebagai stand up comedy
S P Pel

Pola S-P-O-pel

Pada kalimat ini pola penyusunannya berupa subjek (S), predikat (P), objek (O), dan pelengkap (Pel). Subjeknya berbentuk nomina atau frasa nominal, predikat berbentuk verba intransitif, dan objek serta pelengkapnya berbentuk nomina atau frasa nominal. Misalnya,

Bayu membawakan laras buah tangan
S P O Pel

Pola S-P-K

Kalimat jenis ini memiliki unsur penyusun berupa subjek (S), predikat (P), dan harus memiliki unsur keterangan (K) yang dibutuhkan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa sebuah frasa berpreposisi. Misalnya,

Ayah bekerja di kantor
S P K

Pola S-P-O-K

Pola pada kalimat ini terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Pada pola ini subjeknya berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, pada objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pada keterangan berupa sebuah frasa berpreposisi. Misalnya,

Dyas memangkas rumput di halaman
S P O K

Pola S-P-Pel-K

Kalimat ini memiliki unsur penyusun berupa subjek (S), predikat (P), pelengkap (Pel), dan keterangan (K). pada unsur subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkapnya berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya,

Ibu memasak nasi di dapur
S P Pel K

Pola S-P-O-Pel-K

Bisa dibilang pola ini adalah pola kalimat yang memiliki unsur paling lengkap, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (K). Misalnya,

Rama memberikan Sinta bunga di hari lahirnya
S P O Pel K

Setelah mempelajari 8 pola tersebut, kini kamu bisa mengidentifikasikan setiap unsur penyusun yang ada pada sebuah kalimat. Hal ini tentu akan memudahkanmu ketika akan menulis sebuah teks. Karena posisi setiap unsur harus diletakkan dengan tepat supaya maknanya dapat tersampaikan dengan jelas.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu