Kumpulan Peribahasa Sunda Beserta Pengertian, Contoh dan Artinya, Lengkap!
canva.com

Kumpulan Peribahasa Sunda Beserta Pengertian, Contoh dan Artinya, Lengkap!

Peribahasa – “besar pasak dari pada tiang.” Mungkin banyak diantara kita yang sudah tidak asing lagi dengan peribahasa tersebut. Atau ada juga yang langsung mengetahui kalimat apa itu. Namun, bisa saja ada orang yang masih belum mengetahui kalimat tersebut, bahkan merasa asing dengan kata ‘peribahasa’.

Akan tetapi, apakah Anda tahu apa yang dimaksud dengan peribahasa itu? Dan tahukah Anda bahwa ada berbagai macam peribahasa dari berbagai daerah, seperti peribahasa Sunda dan peribahasa Jawa. Kalau belum, maka pilihan yang tepat untuk berkunjung ke situs kami. Karena pada artikel ini akan menjelaskan secara lengkap pengertian, macam-macam, dan contoh dari peribahasa Sunda.

Pengertian peribahasa

pengertian dan contoh peribahasa

Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang menyatakan suatu maksud atau kehendak, keadaan dari seseorang, ataupun suatu hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan dan hal-hal mengenai diri seseorang.

Peribahasa juga dapat diartikan sebagai suatu ungkapan yang meskipun tidak langsung. Namun, secara tersirat hal itu menyampaikan sesuatu yang bisa dipahami oleh pembaca atau pendengarnya.

Ciri-ciri peribahasa

Berikut ini adalah ciri-ciri yang dapat kita ketahui dalam peribahasa

  • Peribahasa bisa digunakan untuk menyindir atau memperindah bahasa
  • Kata-kata yang ada pada peribahasa adalah susunan yang sudah baku dan tidak bisa diubah
  • Peribahasa biasanya ada dengan dilatar belakangi oleh suatu pandangan dan perbandingan yang sangat teliti terhadap alam sekitar dan juga peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berlaku di masyarakat
  • Kata-kata peribahasa biasanya teratur, enak jika didengar dan memiliki makna
  • Peribahasa dibentuk dengan ikatan bahasa yang padat dan indah sehingga mudah melekat dalam ingatan masyarakat secara turun-temurun

Jenis-jenis peribahasa

Ada beberapa jenis peribahasa yang dapat Anda pelajari. Berikut ini adalah beberapa jenis peribahasa yang coba ejakata rangkum untuk Anda.

Pepatah

Pepatah adalah salah satu jenis peribahasa yang mengandung ajaran atau nasehat dari orang-orang tua. Biasanya peribahasa ini digunakan untuk mematahkan lawan bicara. Contohnya: Bagai bumi dan langiit, bagai kejatuhan bulan, sedikit sedikit, lama-lama menjadi bukit, biar lambat asal selamat dan lain sebagainya.

Perumpamaan

Perumpamaan adalah jenis pribahasa yang berisi kata-kata yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar. Kebanyakan diawali dengan kata bagai, bak, seperti dan lain sebagainya. Contohnya: bagai pinang dibelah dua, bagai harimau menyembunyikan kuku dan lain sebagainya.

Bidal atau pameo

Bidal adalah salah satu jenis peribahasa yang mengandung ungkapan baik itu sindiran, ejekan, dan juga peringatnya. Contohnya: Hidup segan mati tak mau, malu bertanya sesat dijalan, dan lain sebagainya.

Ungkapan

Ungkapan adalah kalimat kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan pepatah atau beberapa patah kata. Contoh: Kabar angin, besar kepala dan lain sebagainya

Semboyan

semboyan adalah kumpulan kata, kalimat atau frasa yang digunakan sebagai prinsip atau pedoman. Contohnya: Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, bersih pangkal sehat dan lain sebagainya.

Tamsil atau Ibarat

Tamsil adalah kalimat kiasan yang sering menggunakan kata ibarat yang bertujuan untuk membandingkan suatu hal atau perkara. Contohnya: Tua-tua keladi makin tua makin jadi, dan lain sebagianya.

Di Indonesia, peribahasa tak hanya dikenal sebatas peribahasa Indonesia saja. Akan tetapi banyak juga peribahasa dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sunda, Palembang, dan lain-lain. Lebih lanjut pada artikel ini akan membahas mengenai peribahasa asal daerah Sunda yang dikenal juga dengan istilah babasan jeung paribasa.

Contoh peribahasa Sunda

contoh peribahasa sunda

Meski tidak menggunakan bahasa Indonesia, beberapa peribahasa Sunda sudah sering didengar oleh selain orang-orang Sunda. Sehingga orang yang kurang memahami bahasa dan istilah bahasa serta budaya Sunda bisa dengan mudah memahami maksud dari peribahasa tersebut tanpa harus mengartikannya kata per kata. Berikut ini adalah beberapa contoh dari peribahasa:

Peribahasa buhun

Peribahasa buhun adalah peribahasa yang diberikan atau dibuat oleh orang tua pada jaman dahulu untuk menasehati dirinya dan orang lain. Peribahasa ini berhubungan dengan nasehat hablumminallah (hubungan dengan Allah), hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia), dan hubungan dengan lingkungan.

Hubungan dengan manusia

Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina
Artinya: Harus mengikuti etika yang ada

Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang
Artinya: Berbicara harus tepat, jelas, dan tidak asal bicara

Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh
Artinya: Harus saling mencintai, memberi nasihat, dan saling mengayomi

Pondok jodo panjang baraya
Artinya: Siapapun kita persaudaraan harus tetap dijaga

Ulah ngaliarkeun taleus ateul
Artinya: Jangan menyebarkan isu (memfitnah)

Ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian
Artinya: Jangan berebut kekuasaan

Kudu bisa kabulu kabale
Artinya: Di mana saja berada, harus bisa menyesuaikan diri

Hubungan dengan Tuhan

Mulih kajati mulang kaasal Artinya: semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa, dan akan kembali keasalnya

Dihin pinasti anyar pinanggih
Artinya: semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya

Nimu luang tina burang

Artinya: semua kejadian pasti ada hikmah atau manfaatnya

Omat urang kudu bisa ngaji diri
Artinya: kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain

Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin
Artinya: jangan seperti lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan

Hubungan Dengan Alam

Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak
Artinya: gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan

Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti
Artinya: pepohonan di hutan ituh harus di hormati

Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak
Artinya: hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara

Peribahasa sederhana

Dogdog tinggal igeul
Artinya: Banyak bicara dalam melakukan pekerjaan, padahal tidak melakukan apa-apa

Atah anyang
Artinya: tidak saling mengenal dengan saudara

Atah warah
Artinya: tidak tahu sopan santun

Adigung geude hulu
Artinya: memiliki tingkah laku yang sombong

Asa leungit pangacian
Artinya: kaget atau terkejut

Sabiwir hiji
Artinya: sudah menjadi bahan pembicaraan

Hampang birit
Artinya: rajin, setiap kali mendapat perintah segera dilakukan

Bungbulang tunda atau tunda talatah
Artinya: kalau diberi perintah suka menyuruh lagi orang lain

Laer kanyut
Artinya: pemalas

Nyeblok haur
Artinya: mempunyai prinsip dan teguh pendirian

Legok tapak geunteng kadek
Artinya: sudah memiliki banyak pengalaman

Ipis biwir:
Artinya: mudah menangis (cengeng)

Cara gaang katincak
Artinya: tadinya ramai lalu mendadak jadi sepi

Ciri sabumi cara sadesa
Artinya: beda tempatnya beda lagi adat istiadatnya

Dagang oncom rancatan emas
Artinya: modalnya banyak, tapi untungnya sangat sedikit

Dipiamis buah gintung
Artinya: disangka baik tetapi ternyata jahat

Elmu ajug
Artinya: senang menasehati, tapi tidak mau melaksanakan nasehatnya itu

Sebenarnya masih banyak lagi peribahasa Sunda yang masih bisa kita pelajari. Adanya peribahasa tersebut digunakan sebagai pengingat baik untuk diri sendiri maupun orang lain supaya selalu menjalani hidup dengan cara yang baik. Tidak hanya baik kepada diri sendiri, tapi juga baik kepada orang lain di sekita kita.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu