Perbedaan Haji dan Umroh Penting untuk Diketahui Sebelum Memutuskan untuk Pergi Beribadah
istockphoto

Perbedaan Haji dan Umroh Penting untuk Diketahui Sebelum Memutuskan untuk Pergi Beribadah

Perbedaan haji dan umroh – Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima, yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang berkemampuan. Menunaikan rukun Islam kelima ini merupakan bentuk penyempurnaan ibadah bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Untuk menunaikan ibadah haji, seseorang harus menyiapkan finansial yang cukup. Bagi beberapa di antara mereka yang tidak memiliki uang, akhirnya menggantinya dengan umroh. Padahal ada perbedaan antara ibadah haji dan umroh, yang tidak bisa disamakan kedudukannya.

Perbedaan haji dan umroh penting untuk kita ketahui agar kita tidak bingung saat ingin melakukan kedua ibadah ini. Meski sama-sama dilaksanakan di tanah suci, ternyata haji dan umroh memiliki perbedaan baik dari segi hukumnya maupun tata cara pelaksanaannya.

Untuk mengetahui apa saja yang berbeda dari pelaksanaan kegiatan haji dan umroh, Anda bisa menyimak lebih lanjut pembahasan artikel berikut ini.

Pengertian Haji dan Umroh

perbedaan haji dan umroh
infohaji.co.id

Sebelum mencari tahu di mana letak perbedaannya, kita juga perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan ibadah haji dan umroh. Tentu kita tidak mau menjalankan suatu aktivitas yang kita tidak tahu dasar pengertiannya bukan?

Karena selain mempersiapkan finansial dan fisik, kita juga harus mempunyai bekal ilmu yang cukup supaya kegiatan ibadah kita dapat lebih bermakna lagi.

Secara bahasa haji bermakna al-qoshdu yang berarti, sengaja atau memiliki tujuan. Tujuan dalam hal ini adalah mengunjungi tempat yang dimuliakan. Secara istilah haji dapat diartikan sebagai rangkaian ibadah yang dilakukan pada waktu tertentu dengan tata cara yang sudah diatur untuk meraih ridha Allah SWT.

Haji termasuk rukun Islam yang kelima, artinya menunaikan ibadah haji hukumnya adalah wajib untuk menyempurnakan rukun Islam. Namun, ada catatan dalam menjalankan rukun Islam ini, yaitu, diperuntukkan bagi mereka yang mampu baik fisik maupun finansial.

Sedangkan umroh secara bahasa adalah az-ziyarah yang artinya berkunjung. Umroh adalah jenis ibadah sunnah. Artinya, tidak ada kewajiban untuk mengerjakannya dan jika seseorang mengerjakan ibadah ini maka ia akan mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Dalam pengertiannya, umroh bisa diartikan sama dengan haji, yaitu, mengunjungi tempat yang dimuliakan. Namun, dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang berbeda dari umroh.

Perbedaan Haji dan Umroh

perbedaan haji dan umroh
freepik

Ada yang beranggapan bahwa umroh bisa dikatakan sebagai pengganti haji. Padahal keduanya memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya. Berikut ini adalah perbedaan yang ada pada haji dan umroh

1.Hukum Pelaksanaannya

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Melaksanakan haji berarti ia telah menyempurkan rukun Islam. Oleh karena itu, haji wajib dijalankan oleh semua umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial.

Perintah haji terdapat dalam firman Allah surat Ali-Imron ayat 97, yang berbunyi:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Menunaikan ibadah haji adalah kewajiban terhadap Allah, yaitu bagi mereka yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji ini, maka sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Kaya yang tidak memerlukan sesuatu apapun dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97)

Ada beberapa perbedaan ulama mengenai hukum dari melaksanakan ibadah umroh. Menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi hukum dari umroh adalah sunnah muakad, yakni sunnah yang diutamakan pelaksanaannya.

Adapun qaul adzhar (pendapat paling kuat) Imam Syafi’i dan Imam Hambali mewajibkan pelaksanaan umroh seperti halnya haji. Pelaksanaan umroh dilakukan oleh orang yang mampu satu kali seumur hidup lebih diunggulkan.

Dalil hadits yang digunakan adalah ketika Aisyah ra. Bertanya kepada Rasulullah saw mengenai kedudukan jihad bagi perempuan yang dijawab sebagaimana hadits di bawah ini oleh Rasulullah saw.

يا رسولَ اللهِ على النِّساءِ جهَادٌ؟ قال: “نَعَمْ عَليهنَّ جهادٌ لا قتالَ فيه: الحجُّ والعُمرةُ”

“Wahai Rasulullah wajibkah bagi para perempuan untuk berjihad?” Nabi Saw. menjawab: “Iya, mereka wajib berjihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yakni haji dan umrah.” (HR. Ibnu Majah).

2.Perbedaan Waktu

Dalam pelaksanaan haji dan umroh terdapat perbedaan waktu di antara keduanya. Umroh dapat dilaksanakan kapan pun ketika mampu, selain pada lima hari yang dilarang.

Hari-hari yang dilarang untuk melakukan umroh adalah pada saat hari Arafah (9 Dzulhijah), hari Nahar (10 Dzulhijah), dan hari Tasyrik (11,12, dan 13 Dzulhijah).
Sementara haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan dzulhijah saja, yakni pada tanggal 9 sampai 11 dzulhijah.

3.Perbedaan rukun

Rukun umroh yang harus dilakukan seseorang lebih sedikit dari pada rukun haji. Rukun umroh di antaranya adalah ihram, tawaf, sya’i, dan tahalul.

Sementara pada rukun haji ada beberapa tambahan dari rukun umroh yang harus dilakukan, yakni wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jumroh di Mina. Ketiga rukun tersebut dilaksanakan di luar kota Mekkah.

4.Perbedaan intensitas jamaah

Intensitas jamaah dipengaruhi oleh adanya perbedaan waktu pelaksanaan kedua ibadah yang memiliki banyak keistimewaan ini. Intensitas jamaah cenderung melonjak drastis ketika pelaksanaan ibadah haji.

Wajar saja, mengingat ibadah mulia ini hanya dapat dilakukan satu tahun sekali. Sehingga minat dari umat Islam di seluruh dunia menjadi sangat tinggi. Di beberapa negara bahkan sampai harus antre berpuluh-puluh tahun untuk dapat melaksanakan haji, termasuk di Indonesia.

Hal ini dikarenakan terbatasnya tempat untuk menampung jamaah haji, sedangkan ada jutaan jamaah yang ingin datang ke baitullah untuk melaksanakan ibadah ini di waktu yang bersamaan. Tak heran, hampir di setiap tahunnya ada kasus jamaah yang meninggal akibat berdesak-desakan dengan jamaah lainnya.

Berbeda dengan haji, intensitas jamaah umroh jauh lebih sedikit. Karena ibadah umroh dapat ditunaikan kapan saja. Sehingga orang yang ingin pergi umroh bisa mengatur sendiri kapan ia akan melaksanakannya.

Ia tidak perlu merasa khawatir berdesak-desakan saat menunaikan setiap rukun umroh. Karena jika dibandingkan dengan waktu pelaksanaan ibadah haji, jamaah yang datang tidak sebanyak ketika haji atau bisa dibilang sangat rendah.

Meski memiliki beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya, kedua ibadah ini adalah ibadah yang sangat mulia di mata Allah SWT. Keduanya termasuk ke dalam ibadah maliah, yaitu ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta dalam pelaksanaannya.

Ketika kita mau mengorbankan hal yang kita sukai untuk meraih ridha dari Allah SWT, maka Allah SWT tidak akan segan-segan untuk memberikan balasan-Nya karena Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pemurah bagi seluruh hamba-Nya.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu