Mengenal Apa Itu Reseller? Mulai dari Pengertian sampai keuntungannya
photo by Artem bali on unsplash.com

Mengenal Apa Itu Reseller? Mulai dari Pengertian sampai keuntungannya

Seperti yang kita semua ketahui, bahwa dunia bisnis saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat. Kalau dulu orang lebih banyak melakukan transaksi bisnis di pasar-pasar tradisional. Kini, hanya dengan memainkan jarinya, semua orang bisa berbisnis di mana pun mereka berada.

Kemudahan tersebut tentu dapat dinikmati dengan munculnya inovasi teknologi terbaru yang kian canggih. Dengan inovasi tersebut, kini sektor perdagangan dapat bergerak dan berkembang lebih pesat lagi.

Konsumen tak perlu mengeluarkan banyak tenaga datang ke toko untuk mencari keperluannya. Namun, tahukah Anda siapa lagi pihak yang mendapatkan keuntungan dari perkembangan sektor perdagangan ini? Dia adalah para reseller yang memiliki kontribusi cukup banyak dalam dunia jual-beli di masyarakat Indonesia.

Tapi, apa itu reseller dan bagaimana cara kerjanya? Lebih lanjut akan kami jabarkan penjelasan yang akan membantu pemahaman Anda mengenai reseller.

Pengertian reseller

pengertian reseller
Photo by Thomas Young on Unsplash

Istilah reseller berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari dua kata, yaitu “re” yang berarti kembali dan “seller” yang berarti penjual. Sudah bisa menebak arti dari reseller?

Ya, jika kita gabungkan dua arti kata tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa reseller memiliki arti “penjual kembali”. Namun, makna sebenarnya bukan merujuk pada pelakunya (penjual), tapi lebih kepada aktivitas yang dilakukan, yakni menjual.

Jadi, makna sebenarnya dari reseller adalah menjual kembali barang atau jasa yang didapatkan tanpa didahului pemakaian barang atau jasa tersebut. Pelaku reseller bisa berupa perorangan atau kelompok, tapi tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Tujuan dari kegiatan reseller tentu untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas jual-beli tersebut dengan meminimalisir modal.

Cara kerja reseller

pengertian reseller
Photo by Ibrahim Rifath on Unsplash

Perlu diketahui, bahwa reseller bukanlah pelaku bisnis di tingkat pertama. Artinya, reseller bisa membeli barang dagangan dari berbagai tingkat atau titik penjualan.

Seorang reseller bisa membeli barang langsung dari pabrik atau produsen penjual barang tingkat atau titik pertama, suplier, agen, distributor, atau bahkan dari reseller lain yang sudah ada entah di titik ke berapa.

Setelah melakukan pembelian, maka reseller akan menyimpan barang dagangannya sebagai stock yang nantinya akan ia jual kembali kepada konsumen.

Nah, strategi yang dapat dilakukan oleh seorang reseller adalah dengan memainkan harga agar mendapat keuntungan. Untuk lebih mudahnya coba kita ilustrasikan bagaimana cara reseller untuk mendapat keuntungan dagangannya.

Ana adalah seorang reseller baju muslim, ia membeli barang dagangannya kepada agen baju muslim tersebut yang ada di kotanya dengan harga satuannya Rp 85.000,00.

Untuk mendapatkan laba atau keuntungan, Ana menjualnya ke kota-kota lain dengan bantuan media sosial dengan harga satuan Rp 90.000,00. Sehingga, Ana mendapat keuntungan untuk setiap baju yang ia jualkan kembali sebanyak Rp 5.000,00.

Dengan cara tersebut Ana dapat mengambil keuntungan dari barang dagangannya dan bisa terus membeli barang lagi untuk kemudian dijual kembali.

Sebenarnya, reseller tidak harus menjual barangnya ke kota yang berbeda dengan tempat ia membeli barang. Hanya saja, persaingan tentu akan lebih ketat ketika reseller dan pengulak atau penjual asal berjualan di wilayah dengan target pasar yang sama.

Syarat menjadi reseller

Menjadi seorang reseller tidak bisa Anda lakukan begitu saja tanpa memiliki ilmu. Setidaknya Anda harus memiliki ilmu dasar supaya bisa bersaing dengan penjual yang lain.

Kemampuan ini akan meningkat seiring dengan perjalanan Anda di dunia bisnis. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum masuk ke dunia per-reseller-an adalah:

Niat

Kebanyakan orang enggan untuk memulai bisnis karena terlalu banyak memikirkan resiko yang akan ia terima. Mereka terlalu takut jika nantinya bisnis yang sedang dirintis bangkrut di tengah jalan.

Oleh karena itu, memiliki niat dan motivasi yang kuat akan membuat Anda terus bersemangat membangun bisnis tersebut. Ingat, pada tahap awal bisnis adalah saatnya bagi Anda untuk mengencangkan ikat pinggang, karena saat itu adalah waktu dimana banyak sekali ujian datang menghadang. Jika Anda berhasil melewatinya, maka bisa dipastikan Anda adalah seorang pebisnis sukses.

Modal awal

Dalam setiap usaha pastilah membutuhkan modal awal, entah itu banyak atau sedikit, tergantung seberapa besar bisnis yang ingin Anda jalankan. Di tahap awal bisnis, seorang reseller memang tidak membutuhkan modal sebesar para produsen barang.

Namun, hal ini penting untuk dipersiapkan, termasuk juga dana cadangan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada bisnis Anda. Sehingga, Anda bisa mengatasinya dengan meminimalisir kerugian.

Koneksi

Memiliki koneksi atau relasi dengan produsen, supplier, atau teman adalah salah satu cara untuk mempermudah jalan Anda menuju kesuksesan.

Gunakanlah kemampuan bersosialisasi Anda untuk membangun relasi dengan orang-orang yang telah sukses di bidangnya. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan banyak saran dari cara mereka menjadi sukses.

Teknik pemasaran

Menjadi seorang reseller, terutama di dunia maya atau online akan menuntut Anda untuk lebih ‘melek’ teknologi. Sedikit banyak Anda harus mengetahui berbagai teknik pemasaran produk, seperti blogger, promosi di media sosial, atau berjualan di toko online.

Jika Anda menguasai teknik pemasaran ini, maka Anda akan dengan mudah menarik para pembeli ke toko Anda.

Doa

Hal penting terakhir yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang reseller adalah doa. Usaha tanpa diiringi doa itu artinya sombong, karena Anda merasa bisa berdiri sendiri tanpa bantuan Allah.

Oleh karena itu, selalu iringi usaha Anda dengan doa kepada Allah supaya semua hasil yang Anda peroleh mendapat keberkahan dari-Nya.

Keuntungan menjadi reseller

pengertian reseller
photo by mika on unsplash.com

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi reseller adalah ladang berdagang yang dapat meraup banyak keuntungan, terutama dalam bisnis online. Ada banyak keuntungan yang didapat oleh seorang reseller, di antaranya:

Lebih hemat waktu

Pilihan menjadi reseller akan sangat tepat bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, karena bisa menghemat waktu bisnis lebih banyak. Selain tidak perlu mengeluarkan modal untuk membuat produk, Anda juga tidak perlu terlalu sering datang ke pasar atau survei langsung ke pabrik.

Cukup berkomunikasi dengan pedagang pertama atau suplier, maka produk akan dikirimkan ke tempat Anda. Sehingga Anda dapat menggunakan waktu Anda untuk mengembangkan bisnis atau beraktivitas yang lain.

Laba yang lebih besar

Melalui permainan harga jual seperti yang sudah kita bahas di atas, reseller akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari penjual tangan pertama. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika besarnya angka pelanggan lebih banyak dari penjual tangan pertama.

Dapat menjaring relasi

Dalam beberapa kasus, ketika produsen mengeluarkan produk baru mereka tidak langsung menjualnya kepada para pembeli. Mereka lebih senang memasarkannya melalui jaringan reseller yang mereka punya. Dengan begitu, arah penjualan dapat terbaca.

Dengan cara ini reseller akan mempunyai ikatan yang lebih kuat dengan pembeli. Sehingga terbentuk hubungan relasi antar keduanya.

Ketika ada info produk yang baru keluar, maka pembeli bisa mendapatkannya lebih cepat. Apalagi jika produk tersebut dibuat dalam edisi yang terbatas. Cara ini juga akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi reseller.

Selain itu, biasanya seorang reseller memiliki lebih dari satu pemasok produk. Sehingga akan menambah relasi reseller menjadi lebih luas lagi.

Menjaring pelanggan baru

Selain dapat menjalin ikatan kuat dengan pelanggan yang sudah dimiliki, menjadi reseller juga akan bisa menarik pelanggan baru. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh reseller dengan cara menjual produk dengan harga yang sama atau sedikit lebih rendah dengan tempat lain.

Sehingga, pelanggan di tempat itu akan melirik barang dagangannya dan beralih membeli barang pada reseller tersebut.

Kelemahan reseller

Jika kita hanya membahas keuntungan dari reseller, tentu akan sangat menggiurkan untuk terjun di bidang ini. Namun, langkah tersebut harus diiringi dengan strategi yang tepat.

Salah satunya adalah dengan menangani kelemahan yang ada pada sistem kerja reseller. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari sistem reseller:

Ketergantungan dengan suplier atau produsen

Mengingat reseller adalah pihak yang tidak membuat produknya sendiri, melainkan membelinya dari produsen, maka ia harus bergantung pada produsen untuk masalah kesediaan barang.

Hal ini bisa saja menyulitkan reseller ketika permintaan sedang tinggi, tapi kesediaan barang dari produsen tidak mencukupi. Kasus seperti bisa saja diakali dengan mencari tambahan produk yang serupa dari produsen atau suplier lain, tapi akan ada resiko perbedaan kualitas produk. Tentunya hal tersebut bisa memicu komplain dari pembeli.

Dituntut untuk segera menghabiskan stok

Biasanya ada persyaratan bagi reseller untuk membeli produk dalam jumlah minimum supaya mendapat harga yang lebih rendah. Meski harga yang didapat lebih rendah, namun reseller dituntut untuk menghabiskan stok tersebut agar tidak rugi.

Sehingga reseller harus berusaha ekstra agar stok barang segera habis. Karena jika barang terlalu lama berada di gudang akan beresiko menjadi rusak atau kualitasnya menurun, sehingga akan menimbulkan kerugian bagi reseller.

Resiko mendapat review produk yang jelek

Menjadi reseller tentu akan menghadapi berbagai macam sifat pembeli. Tidak menutup kemungkinan Anda akan menemui pembeli yang tidak puas, entah dengan produk yang Anda jual atau pelayanan toko Anda.

Beberapa dari mereka tak segan untuk memberi review jelek terhadap produk dan toko Anda. Hal ini akan berdampak langsung pada bisnis Anda, karena sebagai seorang reseller maka Anda juga dituntut untuk bertanggung jawab dengan kualitas produk, meskipun tidak secara langsung.

Menjadi seorang reseller memang gampang-gampang susah. Kalau kita memahami ilmu dasarnya, maka sudah mendapat satu tiket menuju kesuksesan. Karena setiap kesuksesan itu memerlukan perjuangan, begitu juga menjadi seorang reseller. Meski terlihat mudah, tapi jika kita menyepelekannya maka kita tidak akan mendapat hasil yang maksimal.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu