Sempurnakan Bacaan Qur’an-mu dengan Mempelajari Makhorijul Huruf Beserta Sifat Hurufnya

Sempurnakan Bacaan Qur’an-mu dengan Mempelajari Makhorijul Huruf Beserta Sifat Hurufnya

Ketika kita ingin memperbaiki bacaan Alquran kita, maka ada tiga hal pokok yang penting untuk kita perhatikan. Hal pertama yang paling mendasar adalah mempelajari hurufnya, yakni huruf hijaiyah yang berjumlah 29 huruf (di Indonesia menjadi 31 huruf setelah ditambah dengan huruf alif-lam dan ta’ marbuthoh).

Poin penting yang kedua adalah dengan mengetahui sifat-sifat serta tempat keluarnya huruf hijaiyah. Hal ini disebut juga dengan makhorijul huruf. Langkah ketiga setelah mengenal huruf hijaiyah beserta tempat keluarnya adalah memahami hukum bacaan Alquran itu sendiri atau yang disebut dengan tajwid.

Ketiga hal ini penting untuk diperhatikan supaya kita dapat membaca Alquran dengan baik dan benar. Perbedaan cara baca sedikit saja bisa merubah arti dari suatu ayat, sehingga bisa menjadi kesalahan yang fatal apabila kesalahan tersebut sampai tersebar ke banyak orang.

Oleh karena itu, pada artikel ini akan membahas tuntas mengenai makhorijul huruf atau tempat keluarnya huruf hijaiyah.

Pengertian Makhorijul Huruf

Jika dilihat dari segi bahasa, makhorijul huruf berarti tempat keluar. Sedangkan secara istilah makhorijul huruf dapat diartikan sebagai tempat keluarnya huruf hijaiyah.

Untuk dapat melafalkan ayat Alquran dengan baik dan benar tentu harus dibarengi dengan pemahaman mengenai temapt-tempat keluarnya huruf hijaiyah.

Hal ini bisa dibilang sebagai hal mendasar yang perlu kita pelajari. Karena kesalahan pelafalan huruf saat membaca Alquran akan menimbulkan perbedaan makna atau kesalahan arti pada bacaan yang sedang dibaca.

Macam Makhorijul Huruf

makhorijul huruf
TPA Ar Rohmat Bakungan

Secara umum makhorijul huruf dapat diklasifikasikan ke dalam 17 macam. Namun, dari 17 macam tersebut, kemudian dikelompokkan lagi menjadi hanya 5 kelompok yang mewakili saja.

Hal ini sesuai dengan pendapat yang paling banyak diikuti oleh ulama qurro’ dan ahlul ada’, yaitu pendapat Syekh Kholil bin Ahmad an-Nahwiy. Beliau adalah guru dari Imam Sibawaih, seorang ahli ilmu nahwu.

Menurut Syekh Kholil, makhorijul huruf itu ada 17 tempat, dan bila diringkas maka menjadi 5 tempat, yaitu al-Jauf (lubang/rongga mulut), al-Halqu (tenggorokan/kerongkongan), al-Lisanu (lidah), asy-Syafatain (dua bibir), dan al-Khoisyum (janur hidung).

Penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing makhorijul huruf tersebut adalah sebagai berikut:

Al-Jauf (الجوف)

Al-Jauf memiliki arti rongga mulut atau rongga tenggorokan. Maksudnya, tempat keluarnya huruf hijaiyah yang ada pada rongga mulut atau rongga tenggorokan. Al-Jauf memiliki 3 jenis bunyi huruf hijaiyah, yaitu alif (ا), wawu) (و, dan ya’ (ي).

  • Alif
    Huruf alif keluar dari tengah-tengah rongga mulut, yang jatuh setelah harokat fathah
  • Wawu dan ya’
    Huruf wawu dan ya’ keluar dari langit-langit rongga mulut. Huruf yang keluar dari makhraj atau tempat keluar ini adalah huruf wawu yang jatuh setelah harakat dhommah, sedangkan huruf ya harus jatuh setelah harakat kasrah.

Al-Halqu (الحلق)

Makharijul huruf yang berarti tenggorokan atau kerongkongan ini memiliki tiga makhraj atau tempat keluar, yang terdiri dari pangkal tenggorokan atau aqshal halqiy yang menjadi tempat keluarnya dua huruf hijaiyah, yaitu huruf hamzah (ء) dan huruf ha’ (هـ).

Makhraj yang kedua adalah tengah tenggorokan atau wasthul halqiy yang menjadi tempat keluarnya ‘ain (ع) dan ḥa (ح). Dan makhraj yang ketiga adalah tenggorokan bagian atas atau adnal halqiy, tempat keluarnya huruf ghain (غ) dan kha (خ).

Al-Lisan (اللسان)

Makhraj al-lisan berarti lidah. Bunyi huruf hijaiyah yang keluar dari lidah ada 10 bagian, yaitu:

Huruf Lahawiyah (لهوية)

Huruf lahawiyah berarti huruf-huruf yang sebangsa dengan anak mulut atau sebangsa dengan telak lidah. Ada dua letak tempat keluarnya huruf lahawiyah ini, yaitu

  • Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang
    Huruf yang keluar dari makhraj ini adalah huruf qaf (ق). Huruf qaf keluar dari pangkal lidah dekat kerongkongan dengan cara menghimpitkannya ke langit-langit mulut bagian belakang.
  • Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah
    Huruf yang keluar dari makhraj ini adalah huruf kaf (ك). Bunyi huruf kaf keluar juga dari pangkal lidah dengan cara menghimpitkannya ke langit-langit mulut bagian tengah. Posisi huruf kaf berada di depan makhraj huruf qaf.

Huruf Syajariyah (شجرية)

Huruf syajariyah memiliki arti huruf-huruf yang sebangsa dengan tengah lidah. ada tiga huruf yang lazim disebut dengan huruf syajariyah, yaitu huruf jim (ج), huruf syin (ش), dan huruf ya’ (ي). Ketiga huruf tersebut keluar tepat di tengah-tengah lidah, dengan menempati langit-langit mulut yang berada tepat di atasnya.

Huruf jambiyah (جمبية)

Artinya huruf yang sebangsa dengan tepi lidah. Huruf yang termasuk dalam huruf jambiyah adalah huruf dhod (ض). Huruf ini keluar dari tepi lidah bisa tepi kanan atau tepi kiri lidah. Posisinya hampir sama dengan huruf lam (ل) yang menempati gigi graham.

Huruf Nath’iyah (نطعية)

Artinya adalah huruf-huruf yang sebangsa dengan kulit gusi atas. Ada tiga huruf yang termasuk dalam makhraj ini, yaitu dal (د), ta’ (ت), dan tho’ (ط). Ketiga huruf tersebut keluar dari ujung lidah atas dengan menempati pangkal dua gigi seri atas.

Huruf Dzalqiyah (ذلقية)

Huruf dzalqiyah artinya adalah huruf-huruf yang sebangsa ujung lidah. Ada tiga huruf hijaiyah yang termasuk dalam huruf dzalqiyah, yaitu huruf lam (ل), huruf nun (ن), dan huruf ro’ (ر).

  • Ujung tepi lidah
    Bunyi yang keluar dari ujung tepi lidah adalah bunyi huruf lam(ل) . Bunyi ini dikeluarkan dari ujung lidah dengan menempati langit-langit mulut.
  • Ujung lidah
    Huruf yang keluar dari makhraj ini adalah huruf nun (ن). Huruf nun keluar dari ujung lidah setelah makhraj huruf lam, yang juga tepat di langit-langit mulut. Namun, posisinya masuk sedikit ke dasar dari pada huruf lam.
  • Ujung lidah tepat
    Setelah makhraj huruf nun, bunyi huruf yang keluar dari ujung lidah adalah bunyi huruf ra’ (ر). Posisinya lebih masuk ke dasar dari pada huruf nun, dan tepat di langit-langit mulut.

Huruf Asaliyah (أسلية)

Huruf asaliyah artinya huruf-huruf yang sebangsa dengan runcing lidah atau bagian paling ujung lidah. Ada tiga huruf hijaiyah yang termasuk dalam huruf asaliyah, yaitu huruf shod (ص), huruf sin (س), dan huruf za’ (ز). Bunyi ketiga huruf tersebut keluar dari bagian paling ujung lidah, dan tepat di ujung dua gigi seri bagian bawah.

Huruf Litsawiya (لثوية)

Arti huruf litsawiyah adalah huruf-huruf yang sebangsa dengan gusi. Ada tiga huruf yang termasuk dalam huruf litsawiyah, yaitu huruf dho’ (ظ), huruf tsa’ (ث), dan huruf dzal (ذ). Bunyi dari ketiga huruf tersebut keluar dari ujung lidah dan tepat di ujung dua gigi seri bagian atas.

Al-Syafatain (الشفتين)

Al-syafatain memiliki arti dua bibir. Artinya, bunyi huruf-huruf yang keluar dari makhraj ini berasal dari dua bibir. Ada empat huruf hijaiyah yang termasuk ke dalam huruf al-syafatain, yaitu huruf wawu (و), huruf fa’ (ف), huruf mim (م), dan huruf ba’ (ب).

Huruf-huruf al-syafatain juga lazim disebut dengan huruf syafawiyah atau yang sebangsa dengan bibir.Penjelasan mengenai keempat huruf tersebut dapat disimak seperti berikut ini

  • Huruf fa’ (ف)
    Bunyi huruf fa’ keluar dari dalam bibir bawah dengan menempatkan dua gigi seri atas pada bibir bawah.
  • Huruf wawu (و), ba’ (ب), dan mim (م)
    Ketiga huruf ini sama-sama keluar dari antara dua bibir (bibir atas dan bibir bawah). Namun, untuk huruf wawu bibir dalam posisi terbuka, sedangkan huruf ba’ dan mim bibir menutup atau bungkam

Al-Khaisyum (الخيشم)

Arti dari al-khaisyum adalah pangkal hidung. Maksudnya, bunyi huruf yang keluar dari makhraj ini terletak pada pangkal hidung. Jika kita menutup hidung saat membunyikan huruf tersebut, maka bunyinya tidak bisa terdengar. Bunyi huruf yang termasuk dalam huruf pangkal lidah adalah huruf-huruf ghunnah mim dan nun, dengan ketentuan:

  • Nun bertasydid (نّ)
  • Mim bertsyadid (مّ)
  • Nun sukun dengan hukum bacaan idghom bighunnah, iqlab, dan ikhfa’ haqiqiy
  • Mim suku yang bertemu dengan mim atau ba
edujuz

Sifat-Sifat Huruf

makhorijul huruf
Jomtajwid.com

Ada beberapa perbedaan pendapat dari para ahli qiraat mengenai jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Ada yang mengatakan jumlah sifat huruf sebanyak 14 sifat, tapi ada juga yang mengatakan jumlahnya ada 16 sifat, 17 sifat, 18, sifat, 19 sifat, bahkan yang paling tinggi ada yang mengatakan sebanyak 44 sifat.

Secara umum pembagian sifat-sifat huruf dapat dikelompokkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu sifat huruf yang berlawanan dan sifat huruf yang tidak berlawanan. Berikut ini adalah beberapa sifat yang terdapat dalam huruf.

Sifat-Sifat Huruf yang Berlawanan

Ada 10 sifat-sifat huruf yang berlawanan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kesepuluh sifat tersebut:

  • Jahar (جهر)
    Jahar atau yang berarti jelas adalah bunyi haruf yang tidak berdesis dengan nafas yang tertahan. Sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Ada 19 huruf yang memiliki sifat jahar, yaitu ا ب ج د ذ ز ض ط ظ ع غ ق ل ك م ن و ء ي
  • Hamas (همس)
    Hamas artinya adalah samar. Maksud dari sifat ini adalah membunyikan huruf dengan cara berdesis dan nafas yang terlepas, sehingga bunyi huruf terdengar sedikit samar. Ada 10 huruf yang termasuk ke dalam sifat hamas, yaitu ت ث ح خ س ش ص ف ك ه
  • Rakhawah (رخاوة)
    Rakhawah berarti lunak. Artinya, huruf yang dibunyikan dengan suara terlepas, berlalu atau berjalan bersama dengan huruf itu. Ada 16 huruf yang termasuk ke dalam sifat rakhawah, yaitu ث ح خ ذ ز س ش ص ض ظ غ ف و ه ي ا
  • Syiddah
    Sifat syiddah memiliki arti kuat. Maksudnya, sifat huruf tersebut ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu, ا ب ت ج د ط ق ك
  • Istifal (استفال)
    Arti dari istifal adalah turun. Jadi, sifat ini membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا
  • Isti’la’(استعلاع)
    Isti’la artinya adalah terangkat. Sifat huruf isti’la mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga membuat bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal, dan berat. Huruf yang termasuk ke dalam sifat ada 7 huruf, yaitu خ ص ض ط ظ غ ق
  • Infitah (انفتاح)
    Arti dari infitah adalah terbuka. Maksudnya, sifat ini membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Huruf yang termasuk ke dalam sifat infitah berjumlah 25 huruf, yaitu مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ
  • Ithbaq (اطبق)
    Lawan dari infitah adalah ithbaq, yang artinya tertutup. Sifat ini membuat bunyi huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga membuat bunyi yang dihasilkan menjadi lebih besar dan berat. Ada 4 huruf yang termasuk ke dalam sifat ini, yaitu ص ض ط ظ
  • Idzlaq (ادلاق)
    Selanjutnya, sifat idzlaq yang berarti lancar, ujung, atau tajam. Sifat ini membuat bunyi huruf dengan ringan dan lancar. Ada 23 huruf yang termasuk ke dalam sifat ini, yaitu
  • Ishmat (اصمات)
    Sifat huruf berlawanan yang terakhir adalah ishmat, yang berarti diam atau menahan. Maksudnya, sifat ishmat membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Ada 6 huruf yang memiliki sifat ini, yaitu ب ر ف ل م ن

Sifat-Sifat Huruf yang Tidak Berlawanan

Jumlah sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan ada 9 sifat. Berikut ini adalah kesembilan sifat yang tidak berlawanan tersebut

TAWASSUTH (تَوَسُّطٌ)

Sifat yang pertama adalah tawassuth. Maksud dari tawassuth adalah pertengahan antara syiddah dan rakhawah, yakni membunyikan huruf yang dibaca

LAYYIN (لَيِّنٌ)

Sifat yang kedua adalah layyin, yang berarti lunak. Sifat ini membunyikan huruf dengan lunak, lemah, dan lembut pada huruf yang mati dan jatuh setelah harakat fathah. Contoh dari layyin adalah: كَيْفَ، سَوْفَ

INHIRAF (اِنْحِرَافٌ)

Inhiraf adalah sifat huruf tidak berlawanan yang ketiga. Inhiraf juga berarti condong. Maksudnya, sifat ini membunyikan huruf condong ke ujung lidah sedikit melengkungkan lidah. Huruf yang termasuk dalam sifat adalah huruf ra’ (ر) dan huruf lam (ل).

TAKRIR (تَكْرِيْرٌ)

Takrir atau yang berarti mengulang-ulang adalah sifat huruf tidak berlawanan yang membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak lebih dari dua getaran.

Adanya larangan melebihkan getaran sampai tiga getaran, sedangkan jika getaran melebihi sampai empat getaran, maka huruf itu menjadi dua huruf. Huruf takrir hanya ada satu, yaitu huruf ra’(ر).

SHAFIR (صَفِيْرٌ)

Sifat shafir memiliki arti siul. Maksudnya, sifat ini membunyikan huruf dengan berdesir seperti suara siul atau seruling. Ada tiga huruf yang termasuk ke dalam sifat ini, yaitu huruf sho’ (ص), za’ (ز), dan sin (س).

TAFASYSYI (تَفَشِّيْ)

Sifat selanjutnya adalah tafasysyi, atau menyebar. Sifat ini membunyikan huruf dengan angin tersebar di dalam mulut. Huruf tafasysyi hanya ada satu, yaitu huruf syin (ِش).

QALQALAH (قَلْقَلَةٌ)

Qalqalah atau yang berarti goncang adalah sifat huruf yang membunyikan huruf dengan goncangan pada makhrajnya, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat ketika huruf tersebut mati atau dimatikan karena waqaf. Ada lima huruf yang mempunyai sifat qalqalah, yaitu ب ج د ط ق. Qalqalah terbagi ke dalam dua jenis, yakni:

  • Qalqalah sughra
    Qalqalah sughra atau yang bisa disebut dengan qalqalah kecil adalah huruf qalqalah yang memiliki pantulan suara yang agak kecil, karena huruf tersebut mati saat berada di tengah kata atau kalimat.
    Contoh:
    يَجْعَلُ – يَطْبَعُ – يَقْبَلُ
  • Qalqalah kubra
    Qalqalah kubra atau qalqalah besar adalah pantulan suara huruf qalqalah yang lebih besar dari qalqalah sughra. Sifat ini terjadi karena huruf qalqalah itu sebenarnya hidup, tapi dimatikan ketika ada waqaf.
    Contoh:
    تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ – مَآ اَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

ISTITHALAH (اِسْتِطَالَةٌ)

Sifat huruf tidak berlawanan yang ke delapan adalah istithala yang artinya memanjang. Sifat ini membuat bunyi huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Huruf yang mempunyai sifat ini hanya ada satu, yakni huruf dhod (ض).

GHUNNAH (غُنَّةٌ)

Sifat huruf tidak berlawanan yang terakhir adalah ghunnah, yang berarti berdengung. Sifat ini membunyikan huruf dengan suara mendengung yangkeluar dari pangkal hidung. Huruf dengan sifat ghunnah ada dua, yaitu huruf mim (م) dan huruf nun (ن).

Itulah tadi penjelasan mengenai makharijul huruf beserta sifat-sifat huruf yang bisa Anda pelajari untuk melengkapi materi ilmu tajwid Anda. Dengan memahami bahwa setiap huruf memiliki tempat keluar serta sifatnya masing-masing, akan membuat bacaan Alquran Anda menjadi lebih baik dan benar.

Hal ini tentu perlu mendapat perhatian khusus, mengingat satu kesalahan pengucapan ayat Alquran bisa mengubah maknanya sangat jauh.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu