Macam-Macam Konjungsi Dilengkapi dengan Fungsi dan Contohnya
Image by <a href="https://pixabay.com/users/analogicus-8164369/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=3481377">analogicus</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=3481377">Pixabay</a>

Macam-Macam Konjungsi Dilengkapi dengan Fungsi dan Contohnya

Sebuah karya sastra, seperti cerpen, novel, atau artikel sudah tentu terdiri dari kalimat-kalimat yang berkesinambungan menjadi sebuah susunan paragraf. Untuk membuat kalimat yang padu dan tidak ambigu, perlu memperhatikan penggunaan kata penghubung yang menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf.

Kata penghubung antarklausa biasa digunakan di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat berada di awal kalimat setelah tanda baca. Adapun kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf.

Kata penghubung atau bisa juga disebut dengan konjungsi menurut KBBI adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, dan antarkalimat. Penggunaan konjungsi dalam sebuah tulisan atau paragraf dapat membantu penulis menyampaikan maksud dari tulisannya kepada pembaca.

Konjungsi memiliki peran yang cukup penting dalam tatanan sebuah tulisan atau paragraf. Karena dengan adanya konjungsi sebuah kalimat atau paragraf dapat memperjelas pesan yang akan disampaikan kalimat atau paragraf tersebut, sehingga tidak terkesan ambigu. Beberapa peran dari konjungsi adalah sebagai berikut:

  1. Konjungsi sebagai penghubung antarkalimat
  2. Konjungsi sebagai penghubung antarparagraf
  3. Konjunsi sebagai penghubung antarklausa
  4. Konjungsi sebagai penghubung antarfrasa
  5. Konjungsi sebagai penghubung antarkata

Daftar Isi

Macam-Macam Konjungsi

particle word, kata penghubung, konjungsi dalam kalimat

Photo by Mark Wieder on Unsplash

Berdasarkan sifatnya konjungsi terbagi ke dalam dua jenis, yaitu konjungsi antarklausa dan konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarklausa terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subkoordinatif. Sedangkan konjungsi antarkalimat adalah kata yang menghubungkan kata satu dengan kata lainnya.

A. Konjungsi Antarklausa

Konjungsi antarklausa adalah kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Konjungsi ini biasanya ada di tengah-tengah kalimat. Pada konjungsi antarklausa terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subkoordinatif.

Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status sederajat. Contoh konjungsi koordinatif, di antaranya:

  • Penghubung penambahan: dan,serta
    Ayah mengajak Ani dan Budi pergi ke sawah.
  • Penghubung pemilihan: atau
    Lebih baik terlambat atau tidak sama sekali.
  • Penghubung perlawanan: tetapi, melainkan
    Ali ingin juara kelas, tetapi ia malas belajar.
  • Penghubung pertentangan: sedangkan, padahal, meski
    Chika pergi ke kantin, sedangkan Marni pergi ke kelas.
    Konjungsi Subkoordinatif
    Pengertian konjungsi subkoordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur klausa yang kedudukannya tidak sederajat. Contoh kata yang termasuk ke dalam konjungsi subkoordinatif adalah:
  • Penghubung atributif: yang
    Bima adalah seorang murid yang rajin belajar.
  • Penghubung tujuan: agar, supaya, biar
    Ranti rajin belajar supaya pintar.
  • Penghubung penjelasan: bahwa
    Ibu berpesan, bahwa kami harus jadi anak yang sukses.
  • Penghubung perbandingan: sebagaimana, laksana, ibarat, seolah-olah
    Santi memegang erat tasnya, seolah-olah itu adalah satu-satunya harta yang ia miliki.
  • Penghubung cara: dengan, tanpa
    Wina memperbaiki baju yang robek dengan menjahitnya.
  • Penghubung akibat: sehingga, makanya
    Oka berusaha keras menjadi juara, sehingga ia bisa membanggakan kedua orangtuanya.
  • Penghubung penyebab: karena, sebab
    Tidak ada yang sempurna di dunia ini, sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan semata.
  • Penghubung konsesif: biarpun, walaupun, sekalipun
    Marcell terus menari, sekalipun orang di jalanan menatapnya degan pandangan aneh.
  • Penghubung permisalan: andaikan, umpamanya, seandainya
    Malika tentu akan menjadi juara kelas, seandainya ia belajar lebih giat.
  • Penghubung waktu: sejak, sewaktu, selama, begitu, sambil, sehabis, setelah, sebelum, sedari, tatkala
    Pak Mahmud hidup sendiri sejak ditinggal pergi seluruh keluarganya.

B. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf. Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan arti yang berbeda. Letak konjungsi antarkalimat biasanya berada di awal kalimat setelah tanda baca. Berikut adalah beberapa contoh dari konjungsi antarkalimat:

  • Menyatakan pertentangan dengan kalimat sebelumnya: biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun begitu
    Lina berasal dari keluarga kaya raya. Walaupun begitu, ia tidak pernah memilih-milih teman.
  • Menyatakan penambahan: selain itu, lagi pula
    Sehari-hari Dino berjualan buah di pasar. Selain itu, ia juga kerap bekerja sebagai ojek pangkalan.
  • Menyatakan pertentangan: akan tetapi, sayangnya, namun
    Toko Mila selalu ramai dikunjungi pembeli. Namun, sejak ada mini market di seberang toko semua pembelinya menghilang.
  • Menyatakan kondisi: sesungguhnya, bahwasannya
    Pemerintah selalu menghimbau kepada masyarakat, bahwasannya pajak harus dibayarkan oleh para wajib pajak.
  • Menyatakan penguatan: malah (-an), tak hanya itu, bahkan
    Berita tentang kemenangannya tak pernah lagi terdengar, bahkan setelah ia menerima piala kejuaraan terakhir kalinya.
  • Menyatakan kondisi kebalikan: sebaliknya
    Kita tidak seharusnya menangisi kegagalan. Sebaliknya, menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan.
  • Menyatakan konsekuensi: dengan demikian, akibatnya
    Roni selalu mengelak ketika ingin dimintai keterangan. Akibatnya, wartawan terpaksa menemuinya di rumah.
  • Menyatakan akibat: oleh sebab itu, oleh karena itu
    Hutan di Indonesia kian terkikis akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama menjaga hutan untuk anak cucu kita.
  • Menyatakan lanjutan: setelah itu, sesudah itu
    Dalam menghadapi masalah hendaknya dengan kepala dingin. Setelah itu, kita pasti bisa memikirkan solusinya.
    Selain macam-macam konjungsi dilihat dari sifatnya, konjungsi juga bisa dilihat dari fungsi penggunaannya. Beberapa macam konjungsi dilihat dari fungsinya adalah sebagai berikut:
  • Konjungsi Aditif (Gabungan)
    Konjungsi ini memiliki fungsi menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. Konjungsi aditif bisa berupa dan, lagi, lagi pula, dan juga serta.
  • Konjungsi pertentangan
    Konjungsi pertentangan berfungsi menggabungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempertentangkan keduanya. Contoh dari konjungtif ini adalah tetapi, melainkan, sebaliknya, sedangkan, dan namun.
  • Konjungsi disjungtif
    Berfungsi menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. Misalnya, atau, maupun, dan entah.
  • Konjungsi waktu
    Berfungsi menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa baik yang sederajat atau tidak sederajat. Misalnya, apabila, bila, hingga, sambil, ketika, sebelum, sejak, selama, sampai, sementara, sesudah, dan setelah.
  • Konjungsi final
    Berfungsi menjelaskan maksud dan tujuan suatu peristiwa atau tindakan. Misalnya, supaya, guna, untuk, dan agar.
  • Konjungsi kausal
    Berfungsi menjelaskan penyebab suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya, sebab itu, sebab, karena, dan karena itu.
  • Konjungsi konsekutif
    Berfungsi menjelaskan akibat suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya, sehingga, sampai, dan akibat.
  • Konjungsi kondisional
    Berfungsi menjelaskan syarat-syarat pada suatu hal yang dapat terjadi. Misalnya, jika, jikalu, bila, apabila, kalau, bilamana, asalkan.
  • Konjungsi tak bersyarat
    Berfungsi menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu persyarata yang harus dipenuhi. Misalnya, walaupun, biarpun, dan meskipun.
  • Konjungsi perbandingan
    Berfungsi membandingkan dua hal tertentu. Misalnya, sebagaimana, bagai, seperti, bagaikan, seakan-akan, ibarat, dan daripada.
  • Konjungsi korelatif
    Berfungsi menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga keduanya saling mempengaruhi. Misalnya, kian, semakin, bertambah, sedemikian rupa, dan sehingga.
  • Konjungsi penegas
    Berfungsi menegaskan atau meringkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. Misalnya, bahkan, apalagi, yaitu, umpama, dan misalnya.
  • Konjungsi penjelas
    Berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Misalnya, bahwa.
  • Konjungsi konsesif
    Berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal serta menolak hal yang lain. Misalnya, meskipun, walaupun, biarpun, dan sekalipun.
  • Konjungsi urutan
    Berfungsi untuk menyatakan urutan suatu hal dalam kalimat. Misalnya, mula-mula, lalu, dan kemudian.
  • Konjungsi pembatasan
    Berfungsi menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan yang dapat dilakukan. Misalnya, kecuali, selain, dan asal.
  • Konjungsi penanda
    Berfungsi untuk menyatakan penandaan terhadap suatu hal. Misalnya, umpama, contoh, terutama, misalnya, dan antara lain.
  • Konjungsi situasi
    Berfungsi menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Misalnya, sedang, sedangkan, padahal, dan sambil.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu