Belajar Hukum Bacaan Tajwid Lengkap dengan Contohnya!
Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash

Belajar Hukum Bacaan Tajwid Lengkap dengan Contohnya!

Seperti yang kita ketahui, Al-Qur’an adalah kitab suci sekaligus pedoman hidup kaum muslimin. Seseorang yang gemar membaca Al-Qur’an kelak akan mendapat syafaat atau pertolongan saat hari Kiamat. Nabi Muhammad Saw sangat mencintai umatnya yang gemar membaca Al-Qur’an, sehingga membuat orang yang gemar membacanya menjadi istimewa.

Namun, mempelajari Al-Qur’an tak kalah penting dengan membacanya. Karena untuk memahami kandungan yang ada dalam Al-Qur’an tentu kita perlu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadits tentang keutamaan mempelajari Al-Qur’an:

(عن عثمان رضي الله عنه عن النبيّ الله قال : خيركم من تعلّم القرآن و علمه (رواه البخارى

Dari Usman bin Affan r.a. berkata, Rasullah Saw. Bersabda: “Orang terbaik dari kamu ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ketika seseorang menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas dalam hidupnya, maka Allah akan meninggikan derajatny baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk belajar Al-Qur’an adalah dengan mempelajari hukum bacaannya, sehingga dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Hukum bacaan Alquran dapat kita ketahui dalam ilmu tajwid. Berikut adalah penjelasan mengenai hukum bacaan tajwid.

Pengertian ilmu tajwid

Tajwid dalam bahasa Arab berasal dari kata (جوّد-يجوّد-تجويدا) pengertian dari tajwid adalah aturan atau tata cara membaca alquran dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah membaca alquran. Secarah harfiah tajwid memiliki arti melakukan sesuatu dengan baik dan indah atau memperindah bacaannya.

Pengertian lain dari tajwid adalah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dari setiap bacaan yang terdapat dalam alquran. Para ulama berpendapat bahwa mempelajari tajwid hukumnya adalah fardhu kifayah, tetapi mengamalkannya dalam bacaan adalah fardhu ‘ain atau wajib.

Macam-macam hukum tajwid

Hukum tajwid memiliki beberapa aturan pembahasan, diantaranya adalah hukum bacaan nun mati atau tanwin, hukum bacaan mad, hukum bacaan mim mati, dan bacaan alif-lam. Pembahasan dari masing-masing hukum bacaan akan dibahas lebih lanjut lagi pada penjelasan di bawah ini.

Hukum bacaan nun mati a tau tanwin

Nun mati atau tanwin memiliki hukum bacaan yang berbeda-beda jika bertemu dengan huruf hijaiyah. Hukum bacaan nun mati atau tanwin terbagi ke dalam lima hukum

Izhar (إظهار)

Izhar berarti jelas atau terang. Jika ada nun mati atau tanwin (ن/ ً-ٍ-ٌ) bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه), maka dibacanya jelas atau terang.

Contoh: مِنْ عِلْمِ

Idgham (إدغام)

Bacaan idgham terbagi menjadi dua, yaitu idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah.

  • Idgham bighunnah:

Yaitu memasukkan atau meleburkan huruf nun mati atau tanwin (نْ/ً-ٍ-ٌ) ke dalam huruf sesudahnya dengan disertai dengung. Huruf-huruf yang termasuk ke dalam hukum bacaan idgham bighunnah adalah (ي ن م و)

Contoh: بِرِزْقٍ مِّنْهُ

  • Idgham bilaghunnah:

Memasukkan atau meleburkan huruf nun mati atau tanwin (نْ/ً-ٍ-ٌ) ke dalam huruf setelahnya tanpa diserta dengan dengung. Huruf-huruf yang termasuk ke dalam hukum bacaan idgham bilaghunnah adalah (ر & ل).

Contoh: مِنْ لَّدُنْهُ

Iqlab (إقلاب)

Iqlab berarti menukar atau mengganti. Jika ada nun mati atau tanwin (نْ/ً-ٍ-ٌ) bertemu dengan huruf ba’ (ب) maka cara membacanya dengan merubah bunyi نْ menjadi suara mim (م) dengan merapatkan dua bibir serta mendengungkannya.

Contoh: شَدِيْدًا مِّنْ

Ikhfa’ (إخفاء)

Ikhfa berarti menyamarkan atau menjadi tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (نْ/ً-ٍ-ٌ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’, maka dibaca samar-samar antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham). Ada 15 huruf hijiyah yang termasuk dalam hukum bacaan ikhfa’, yaitu ت، ج، د، ذ، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، م، ك

Contoh: وَيُنْذِرَ

Hukum bacaan mad

Mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan yang terdiri dari 2 jenis, yaitu mad ashli atau mad thob’i dan mad far’i. Huruf mad terdiri dari 3 huruf, yaitu: ا و ي

Mad ashli atau mad thobi’i

Mad ashli atau mad thobi’i terjadi karena 3 hal, yaitu:

  • Huruf bertanda fathah bertemu dengan alif

Contoh: عَلَيْهَا

  • Huruf bertanda kasroh bertemu dengan ya’  (ي) mati

Contoh: فِيْهِ

  • Huruf bertanda dhommah bertemu dengan wawu (و) mati

contoh: يُؤْمِنُوْا

Panjang mad ashli atau mad thobi’i adalah 1 alif atau dua harokat

Mad far’i

Mad far’i terbagi ke dalam 13 macam, yaitu:

  • Mad wajib muttashil

Yaitu setiap mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harakat atau 2,5 alif.

Contoh:

contoh mad wajib muttashil
belajaralquran.id
  • Mad jaiz munfashil

Yaitu setiap mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda. Mad jaiz munfashil dibaca panjang 2, 4, atau 6 harokat.

Contoh:

contoh mad jaiz munfasil
belajaralquran.id
  • Mad aridh lis-sukun

Yaitu setiap mad thobi’i yang bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti). Panjang mad aridh lis-sukun adalah 2, 4, atau 6 harokat. Jika tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i.

Contoh:

contoh mad aridh lis sukuun
belajaralquran.id
  • Mad badal

Mad badal adalah mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambag mad badal biasanya berupa tanda baris atau fathah tegak

Contoh:

contoh mad badal
belajaralquran.id
  • Mad ‘iwad

Mad ‘iwad terjadi apabila pada akhir kalimat terdpat huruf yang bertanda baca fathatain dan dibaca waqaf. Panjang mad ‘iwad adalah 2 harokat

Contoh:

contoh mad iwad
belajaralquran.id
  • Mad lazim mutsaqqol

Yaitu apabila mad thobi’i bertemu dengan huruf bertasydid. Panjang mad lazim mutsaqqol adalah 6 harokat.

Contoh:

contoh mad lazim mutsaqal
belajaralquran.id
  • Mad lazim mukhoffaf

Yaitu apabila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau mati. Mad lazim mukhoffaf dibaca panjang 6 harokat.

Contoh:

contoh mad lazim mukhoffafa
belajaralquran.id
  1. Mad lazim harfi musyba’

Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam alqur’an. Huruf mad ini ada 8, yaitu نقص عسلكم . Dibaca panjang 6 harokat

  1. Mad lazim mukhoffaf harfi

Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam alquran. Ada 5 huruf yang termasuk dalam mad lazim mukhoffaf harfi ini, yaitu حي طهر

  • Mad layyin

Mad layyin terjadi apabila huruf bertanda fathah bertemu dengan wawu mati atau ya’ mati, kemudian terdapat huruf lain yang juga mempunyai tanda fathah, kasroh, atau dhommah. Panjang mad ini adalah 2-6 harokat.

Contoh:

contoh mad layyin
belajaralquran.id
  • Mad shilah

Mad shilah terjadi pada huruf ha (ه) di akhir kata yang merupakan dhomir mudzakkar lilghoib atau kata ganti (laki-laki) orang ketiga. Syarat terjadinya mad ini adalah huruf sebelum dan sesudahnya harus bertanda hidup dan bukan mati/sukun. Mad shilah terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Mad shilah qashiroh

Terjadi bila setelah huruf ha dhomir terdapat huruf lain selain hamzah. Biasanya mad ini dilambangkan dengan tanda fathah tegak,kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf ha dhomir. Dibaca panjang 2 harokat.

Contoh:

contoh mad shilah qashiroh
belajaralquran.id
  1. Mad shilah thowilah

Terjadi bila setelah huruf ha dhomir terdapat huruf hamzah. Dibaca panjang 2-5 harokat.

Contoh:

contoh mad shilah thowilah
belajaralquran.id
  • Mad farqu

Terjadi apabila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan kalimat berita.

Contoh:

contoh mad farqu
belajaralquran.id
  • Mad tamkin

Terjadi apabila 2 buah huruf ya (ي)  bertemu dalam satu kalimat, dimana ya pertama bertanda kasroh dan bertasydid, sedangkan ya kedua bertanda sukun/mati. Dibaca panjang 2-6 harokat.

Contoh:

contoh mad tamkin
belajaralquran.id

Hukum bacaan mim mamti

Ada 3 hukum ketika mim mati (مْ) bertemu dengan huruf hijaiyyah, yaitu: ikhfa’ syafawi, idgham mimmi, dan izhar syafawi.

Ikhfa’ syafawi

Bila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibirk dan didengungkan.

Contoh: مَا لَهُمْ بِه

Idgham mimmi

Idgham mimmi disebut juga dengan idgham mislain atau mutamasilain. Idgham mimmi terhadi bila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adaldah seperti menyuarakan mim yang bertanda tasydid dan wajib dibaca dengung.

Contoh: رَبُّكُمْ مِنْ

Izhar syafawi

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (م) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.

Contoh: بِكُمْ اَحَدَ

Hukum bacaan alif lam

Terdapat 2 macam hukum bacaan alif lam (ال), yaitu alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah.

Alif lam syamsiyah

“Al” syamsiyah adalah alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibaca lebur/idghom, sehingga bunyi “al” tidak ikut dibaca, tetapi masuk mengikuti huruf setelahnya. Huruf syamsiyah berjumlah 14 huruf, yaitu: ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ

Ciri-ciri hukum bacaan alif lam syamsiyah

  1. Dibacanya seperti idghom
  2. Ada tanda tasydid ( ّ- ) di atas huruf yang terletak setelah huruf alif lam

Contoh: وَالشَّمْسِ  يَوْمُ الدِّيْنِ

Alif lam qamariyah

Alif lam qamariyah adalah alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan dibaca jelas/izhar. Huruf-huruf yang termasuk huruf qamariyah adalah ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي

Ciri-ciri hukum bacaan alif lam qamariyah

  1. Dibaca jelas/izhar
  2. Ada tanda sukun ( ْ- ) di atas huruf alif lam mati

Contoh: اَلْحَمْدُ وَالْفَجْر

Setelah mengetahui macam-macam hukum bacaan alquran yang ada pada ilmu tajwid, sekarang Anda dapat menerapkannya ketika sedang membaca alquran. Dengan mengaplikasikan ilmu tajwid, tentu akan memperindah bacaan quran Anda.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu