Panduan Cara Membuat Bisnis Plan Supaya Investor Tertarik, Wajib Dicoba!

Panduan Cara Membuat Bisnis Plan Supaya Investor Tertarik, Wajib Dicoba!

Sebelum mengeksekusi sebuah usaha, pelaku bisnis sudah harus mengantongi rencana bisnis atau business plan. Untuk memulai sebuah bisnis tentu memerlukan perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Sebuah bisnis yang dijalankan tanpa adanya rencana, sama halnya seperti perahu yang terombang-ambing di lautan lepas. Tidak jelas arah dan tujuannya ke mana. Oleh karena itu, mempunyai gambaran bisnis yang sudah terencana akan membuat pengusaha menjadi lebih mudah melangkah.

Pengertian rencana bisnis atau business plan

cara membuat bisnis plan
photo by rawpixel.com from pexel

Rencana bisnis dapat diartikan sebagai suatu pernyataan tertulis yang berisi maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari sebuah bisnis. Di dalam rencana bisnis sudah mencakup target jangka pendek, target jangka menengah, dan target jangka panjang, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Banyak pelaku usaha bisnis pemula yang beranggapan bahwa untuk membuat bisnis cukup bermodal mental baja serta modal finansial saja. Padahal, pemikiran itu salah besar.

Menjalankan bisnis memang membutuhkan mental yang kuat dan juga modal. Namun untuk menjalankan bisnis, memiliki rencana bisnis adalah sebuah keharusan.

Bisnis yang tidak direncanakan dengan matang cenderung tidak akan bertahan lama, karena banyak ditemukan kesalahan. Adanya kesalahan tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan rencana bisnis yang matang.

Mengapa harus memiliki rencana binis?

cara membuat bisnis plan
Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Alasan utama mengapa rencana bisnis menjadi sangat penting salah satunya adalah karena dengan adanya rencana bisnis, Anda dapat menjalankan bisnis dengan tujuan yang jelas.

Sehingga Anda akan lebih mudah mengambil keputasan bisnis Anda. Selain itu, ada beberapa alasan pentingnya rencana bisnis. Berikut penjelasannya:

Awal sebuah bisnis

Rencana bisnis dibuat untuk merancang strategi dan rencana awal bisnis. Karena sebuah bisnis baru akan sulit berkembang kalau dijalankan tanpa adanya sebuah panduan dan rancangan. Membuat rencana bisnis bisa dikatakan sebagai pedoman atau acuan menjalankan bisnis, supaya bisnis dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan target.

Rencana bisnis harus dibuat sedetail dan serinci mungkin agar Anda mempunyai pondasi acuan yang kuat. Rencana bisnis yang rinci juga membuktikan bahwa dalam membuat sebuah bisnis Anda sangat serius menjalankannya.

Dengan sebuah rencana bisnis yang baik, kesempatan dan peluang Anda untuk mengembangkan dan menumbuhkan bisnis akan semakin besar.

Bisnis menjadi lebih fokus

Seperti sudah dijelaskan di atas, rencana bisnis akan membantu Anda menjadi lebih fokus dan terarah dalam menjalankan bisnis. Anda hanya perlu mengelola bisnis sesuai dengan rencana dan target yang sudah ditetapkan di awal. Sehingga langkah yang Anda ambil akan lebih efektif dan efisien.

Cara menambah sumber dana

Rencana bisnis yang matang bisa menjadi proposal yang menarik jika Anda menawarkannya pada seorang investor yang akan memodali bisnis Anda. Seorang investor tentu memerlukan rancangan bisnis untuk melihat sebaik apa prospek yang akan dihasilkan bisnis tersebut sebelum ia menggelontorkan dananya.

Sebuah rencana bisnis setidaknya harus mampu menjawab pertanyaan investor, seperti apakah bisnis tersebut akan mendatangkan keuntungan, apakah investor mengerti dengan bisnis yang menjadi tempat investasinya, apakah investor dapat memercayai pemilik bisnis tersebut, dan apakah bisnis tersebut sudah direncanakan dengan benar-benar matang?

Oleh karena itu, rencana bisnis yang detail, jelas, dan realistis akan menarik calon investor. Karena investor juga akan meragukan rancangan bisnis yang dibuat terlalu ambisius dan tidak realistis.

Dengan rencana bisnis yang matang ditambah lagi kemampuan presentasi yang mumpuni, Anda dapat membuat investor semakin tertarik dan percaya untuk menanamkan modalnya pada bisnis Anda.

Prediksi masa depan

Fungsi lain dari rencana bisnis adalah memberi gambaran masa depan bisnis Anda. Hal ini dapat Anda lakukan dengan membuat gambaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang bagi bisnis Anda.

Meski prediksi ini bersifat subjektif, tapi dengan alur yang jelas dan disertai dengan riset yang lengkap bisa jadi prediksi tersebut akan terealisasi menjadi kenyataan. Tanpa riset yang baik, rencana bisnis Anda tidak akan berkualitas dan hanya akan menjadi angan-angan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rencana bisnis

cara membuat bisnis plan
alvaro reyes from unsplash.com

Ketika ingin merancang sebuah bisnis, ada tiga langkah yang perlu Anda perhatikan ketika ingin membuat sebuah rencana bisnis, yaitu langkah sebelum menulis rencana bisnis, mengetahui dasar-dasar pembuatan proposal rencana bisnis, dan langkah untuk menulis rencana bisnis itu sendiri.

Sebelum menulis rencana bisnis

cara membuat bisnis plan
photo by rawpixel.com from pexel

Untuk bisa menulis rencana bisnis yang baik Anda perlu mengetahui seluk-beluk dari bisnis yang Anda pilih. Dengan begitu Anda dapat mengembangkan rencana bisnis yang matang. Bukan hanya sekedar menjadi lembaran rencana bisnis asal-asalan. Untuk lebih lanjut, silahkan perhatikan langkah-langkah berikut ini:

Kenali bisnis

Sebelum benar-benar menulis rencana bisnis, terlebih dahulu Anda harus mengenal bisnis Anda dengan baik. Mengenal di sini maksudnya adalah mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang bentuk, potensi, dan tantangannya.

Anda bisa menggunakan metode analisa SWOT untuk melihat gambaran bentuk bisnis. Analisa SWOT melihat 4 hal yang bisa Anda bedah, yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Secara umum Anda sudah bisa melihat gambaran dari bisnis yang ingin Anda buat dengan menggunakan metode analisa ini.

Tentukan visi dalam rencana bisnis

Setelah mengenali dan memahami tentang bisnis Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan visi yang akan Anda jalankan pada rencana bisnis. Visi adalah pandangan jauh mengenai tujuan dan sasaran perusahaan yang harus dimiliki oleh pebisnis baik dalam skala besar atau kecil.

Visi yang jelas akan membantu Anda merancang rencana bisnis, sehingga alurnya menjadi lebih jelas lagi. Visi bisnis maupun perusahaan sebaiknya dinyatakan dengan bahasa dan kalimat yang jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain.

Tentukan target audiens

Mengenali bisnis, sudah. Membuat visi bisnis dan perusahaan, sudah. Maka, selanjutnya adalah menentukan target audiens yang ingin Anda capai. Target audiens yang tepat akan memudahkan Anda dalam menyesuaikan konten bisnis plan dengan baik dan benar.

Jika Anda ingin membuat sebuah rencana bisnis untuk investor, maka Anda harus membuatnya lebih serius, mendalam, dan profesional. Namun, lain halnya jika rencana bisnis ini Anda buat untuk materi pelajaran kepada murid atau mahasiswa di kelas sebagai contoh.

Dasar-dasar pembuatan proposal bisnis

cara membuat bisnis plan
jose alejandro from unsplash.com

Rencana bisnis adalah sebuah gambaran bisnis yang Anda tawarkan pada seseorang dalam bentuk proposal. Oleh karena itu, Anda tidak boleh membuatnya dengan asal-asalan. Hal itu akan membuat Anda tampak tidak serius dan profesional di mata investor.

Untuk membuat sebuah proposal bisnis, setidaknya ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan agar rencana bisnis Anda tidak berakhir di gudang tanpa dibaca oleh investor.

Buatlah proposal seringkas mungkin

Membuat rencana bisnis yang detail memang bagus, tapi kalau terlalu panjang proposal tersebut akan terkesan bertele-tele. Asumsikan orang yang akan membaca rencana bisnis Anda adalah orang yang sangat sibuk. Tentu saja ia tidak akan membuang-buang waktunya untuk membaca proposal yang terlalu panjang pembahasannya.

Oleh karena itu, buatlah proposal bisnis seringkas mungkin, tapi tetap padat informasi. Anda bisa menambahkan informasi lainnya dalam presentasi Anda untuk memperkuat proposal bisnis tersebut.

Paham dengan gambaran besarnya

Dalam penjabaran rencana bisnis cukup berikan aspek teknis yang krusial saja. Prioritaskan pembaca untuk mengerti gambaran besar dari bisnis Anda. Yang harus dipahami dari sebuah bisnis plan adalah bahwa ia baru berupa rencana.

Nantinya, tentu saja ia akan membutuhkan perbaikan berkelanjutan seiring dengan perkembangan bisnis yang sudah dijalankan.

Fokus membuat bisnis berbeda

Menuangkan sebuah ide bisnis ke dalam tulisan bisa jadi memang lebih sulit dari pada membicarakannya. Tidak sedikit proposal yang gagal bukan karena bisnis tersebut tidak bagus, tapi karena proposal yang disajikan tidak menarik.

Dari pada Anda membuang-buang waktu membuat sebuah proposal dengan bahasa yang rumit serta aspek teknis dari ide bisnis Anda, lebih baik fokus saja pada keunggulan yang ingin Anda tawarkan.

Fokus pada keunggulan dan perbedaan bisnis Anda dengan kompetitor akan membuat proposal Anda lebih menarik. Ada hal baru yang bisa Anda tawarkan sebagai daya tarik dibandingkan dengan bisnis serupa lainnya.

Menulis rencana bisnis

Menulis rencana bisnis tentu tidak bisa kita anggap sepele seperti rencana perjalanan liburan. Dalam rencana bisnis ada poin-poin yang perlu untuk dijelaskan secara mendetail supaya rencana bisnis Anda lebih berbobot.

Ingat, rencana bisnis bisa menjadi acuan Anda dalam mengembangkan bisnis ke depannya. Oleh karena itu, rancanglah rencana bisnis secara sistematis dan mendetail tiap poinnya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menulis rencana bisnis:

Ringkasan eksekutif (executive summary)

Ini adalah bagian yang berisi overview perusahaan secara garis besar. Di dalamnya juga harus memuat poin-poin penting dalam bisnis plan. Usahakan membuat ringkasan eksekutif hanya satu sampai dua halaman saja.

Pendahuluan

Seperti judulnya, pendahuluan adalah bagian paling awal dari sebuah proposal rancangan usaha. Pada bagian ini Anda bisa menjelaskan mengenai latar belakang, visi dan misi, tujuan, serta sasaran dari bisnis yang akan dibuat.

Peluang bisnis

Pada bagian ini, masalah, solusi, serta keunggulan ide bisnis yang hendak Anda tawarkan harus Anda jelaskan dengan gamblang dan mendetail.

Selain itu, Anda juga dapat menjelaskan mengenai analisa pasar (dalam hal ini lebih merujuk pada rencana pemasaran), analisis produksi, analisis sumber daya manusia, analisis keuangan, dan juga rencana pengembangan usaha.

Semakin detail pembahasan, maka semakin kuat pula rencana bisnis yang sedang Anda rencanakan. Hal itu tentu akan semakin menarik minat investor untuk mendanai bisnis Anda.

Eksekusi bisnis

Jelaskan semua aktivitas yang akan Anda lakukan terhadap bisnis Anda, mulai dari strategi pemasaran, cara menjual produk, sampai mengelola usaha itu sendiri. Lebih mudahnya, poin ini membahas tentang cara apa yang Anda tawarkan agar ide yang Anda punya bisa menjadi pundi-pundi uang.

Komposisi tim

Walau pun tidak semua, tapi biasanya investor merasa perlu untuk mengetahui latar belakang dan juga keahlian khusus dari tim bisnis Anda. Semakin berkualitas tim yang Anda miliki, maka akan semakin membuat investor percaya mendanai bisnis Anda.

Rencana pengembangan usaha

Rencana pengembangan usaha adalah salah satu poin yang dipandang sebagai poin penting oleh para investor. Setiap investor tentu ingin usaha yang ia danai dapat berkembang. Oleh karena itu, pada bagian ini investor ingin melihat seberapa besar prospek yang dimiliki oleh bisnis yang Anda ajukan.

Risiko usaha

Setiap peluang usaha tentu memiliki risiko. Dalam menyusun bisnis plan hal ini juga perlu untuk dijelaskan agar Anda dan juga investor paham betul dengan apa yang akan Anda hadapi ketika menjalankan bisnis.

Di antara risiko bisnis yang harus Anda pertimbangkan adalah risiko operasional, risiko bisnis, risiko likuiditas, risiko keuangan, dan risiko-risiko yang lainnya.

Selain menjabarkan risiko yang ada, Anda juga perlu menjelaskan strategi untuk menghadapinya. Strategi tersebut dapat Anda terapkan untuk menghadapi atau mengurangi dampak dari risiko tersebut sebaik mungkin.

Bagi seorang pengusaha, rencana bisnis atau business plan bisa dikatakan sebagai buku sakti panduan bisnis yang akan dijalankan. Dalam menyusun rancana bisnis sebaiknya Anda juga menetapkan target yang realistis dan terukur sehingga bisnis dapat dijalankan dengan baik.

Meski terkesan mudah, rencana bisnis membutuhkan riset mendalam supaya apa yang ditulis dan direncanakan memiliki data yang relevan dan tidak berdasarkan asumsi belaka. Dengan begitu, rencana bisnis Anda akan lebih berbobot di mata para investor. Selamat mencoba!

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu