Pelajari Bacaan Asmaul Husna Berikut Ini Supaya Mendapat Ganjaran dari Allah

Pelajari Bacaan Asmaul Husna Berikut Ini Supaya Mendapat Ganjaran dari Allah

Dalam sehari-hari kita seringkali menyebutkan nama Allah atau yang lebih dikenal dengan Asmaul Husna pada aktivitas yang kita lakukan. Tapi, adakah di antara kita yang sudah memahami arti dari Asmaul Husna itu sendiri? Bisa jadi tidak semua dari kita tahu. Mungkin penjelasan singkat mengenai asmaul husna dan artinya ini dapat membantu Anda untuk memahami lebih dalam mengenai nama-nama Allah.

Pengertian Asmaul Husna

Asmaul Husna adalah nama-nama yang bermakna baik yang dimiliki oleh Allah SWT. Karena secara harfiah, arti dari Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik. Di ambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu “Asma” yang berarti nama-nama dan “al-Husna” yang berarti kebaikan.

Ada 99 nama Allah yang banyak diketahui oleh orang lain. Namun, siapa sangka selain ke-99 nama tersebut masih ada banyak lagi nama-nama Allah yang tersembunyi. Baik nama-nama yang sudah dikenal dan yang tersembunyi, keduanya sama-sama merujuk pada nama-nama, gelar, sebutan, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang baik lagi indah.

Rasulullah SAW pernah berdo’a,”… Aku memohon dengan seluruh nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu atau yang Engkau sembunyikan di ilmu ghaib di sisi-Mu…” (HR. Ahmad, Al-Hakim)

Sebagai umat muslim, kewajiban kita adalah mengimani nama-nama tersebut. Akan lebih baik lagi kalau kita dapat menghafalnya dan menyembah Allah dengan seluruh kandungan Asmaul Husna dengan penghambaan yang sempurna.

Asmaul Husna beserta artinya

bacaan asmaul husna
No. Nama Arab Indonesia
  Allah الله Allah
1 Ar Rahman الرَّحْمَنُ Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرَّحِيمُ Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الْمَلِكُ Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus الْقُدُّوسُ Yang Maha Suci
5 As Salaam السَّلاَمُ Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu’min الْمُؤْمِنُ Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin الْمُهَيْمِنُ Yang Maha Pemelihara
8 Al ‘Aziiz الْعَزِيزُ Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الْجَبَّارُ Yang Memiliki Mutlak sifat kegagahan
10 Al Mutakabbir الْمُتَكَبِّرُ Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الْخَالِقُ Yang Maha Pencipta
12 Al Baari’ الْبَارِئُ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir الْمُصَوِّرُ Yang Maha Membentuk Rupa
14 Al Ghaffaar الْغَفَّارُ Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar الْقَهَّارُ Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الْوَهَّابُ Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرَّزَّاقُ Yang Maha Pemberi Rejeki
18 Al Fattaah الْفَتَّاحُ Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al ‘Aliim اَلْعَلِيْمُ Yang Maha
Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh الْقَابِضُ Yang Maha
Menyempitkan (makhluk-Nya)
21 Al Baasith الْبَاسِطُ Yang Maha
Melapangkan (makhluk-Nya)
22 Al Khaafidh الْخَافِضُ Yang Maha
Merendahkan (makhluk-Nya)
23 Ar Raafi’ الرَّافِعُ Yang Maha
Meninggikan (makhluk-Nya)
24 Al Mu’izz الْمُعِزُّ Yang Maha
Memuliakan (makhlukn-Nya)
25 Al Mudzil المُذِلُّ Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
26 Al Samii’ السَّمِيعُ Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir الْبَصِيرُ Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الْحَكَمُ Yang Maha Menetapkan
29 Al ‘Adl الْعَدْلُ Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللَّطِيفُ Yang Maha Lemah Lembut
31 Al Khabiir الْخَبِيرُ Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الْحَلِيمُ Yang Maha Penyantun
33 Al ‘Azhiim الْعَظِيمُ Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الْغَفُورُ Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشَّكُورُ Yang Maha
Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al ‘Aliy الْعَلِيُّ Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الْكَبِيرُ Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الْحَفِيظُ Yang Maha Menjaga
39 Al Muqiit المُقيِت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الْحسِيبُ Yang Maha
Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الْجَلِيلُ Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الْكَرِيمُ Yang Maha Pemurah
43 Ar Raqiib الرَّقِيبُ Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib الْمُجِيبُ Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi’ الْوَاسِعُ Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الْحَكِيمُ Yang Maka Bijaksana
47 Al Waduud الْوَدُودُ Yang Maha Pencinta
48 Al Majiid الْمَجِيدُ Yang Maha Mulia
49 Al Baa’its الْبَاعِثُ Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشَّهِيدُ Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الْحَقُّ Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الْوَكِيلُ Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu الْقَوِيُّ Yang Maha Kuat
54 Al Matiin الْمَتِينُ Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الْوَلِيُّ Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الْحَمِيدُ Yang Maha Terpuji
57 Al Mushii الْمُحْصِي Yang Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi’ الْمُبْدِئُ Yang Maha Memulai
59 Al Mu’iid الْمُعِيدُ Yang Maha
Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii الْمُحْيِي Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu اَلْمُمِيتُ Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الْحَيُّ Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum الْقَيُّومُ Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الْوَاجِدُ Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الْمَاجِدُ Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الْواحِدُ Yang Maha Tunggal
67 Al ‘Ahad اَلاَحَدُ Yang Maha Esa
68 As Shamad الصَّمَدُ Yang Maha
Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir الْقَادِرُ Yang Maha
Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir الْمُقْتَدِرُ Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim الْمُقَدِّمُ Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu’akkhir الْمُؤَخِّرُ Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأوَّلُ Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الآخِرُ Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظَّاهِرُ Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الْبَاطِنُ Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الْوَالِي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta’aalii الْمُتَعَالِي Yang Maha Tinggi
79 Al Barri الْبَرُّ Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التَّوَابُ Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim الْمُنْتَقِمُ Yang Maha Penuntut Balas
82 Al Afuww العَفُوُّ Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرَّؤُوفُ Yang Maha Pengasih
84 Malikul Mulk مَالِكُ الْمُلْكِ Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali
Wal Ikraam
ذُوالْجَلاَلِ وَالإكْرَامِ Yang Maha Pemilik
Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith الْمُقْسِطُ Yang Maha Adil
87 Al Jamii’ الْجَامِعُ Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الْغَنِيُّ Yang Maha Berkecukupan
89 Al Mughnii الْمُغْنِي Yang Maha Memberi Kekayaan
90 Al Maani اَلْمَانِعُ Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضَّارَّ Yang Maha Memberi Derita
92 An Nafii’ النَّافِعُ Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النُّورُ Yang Maha Bercahaya
(Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الْهَادِي Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii الْبَدِيعُ Yang Maha Pencipta
96 Al Baaqii اَلْبَاقِي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الْوَارِثُ Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرَّشِيدُ Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصَّبُورُ Yang Maha Sabar

Berdo’a dengan Menyebutkan Asmaul Husna

Berdoa dengan bacaan Asmaul Husna
Hijaz.id

Menyebut nama Allah dalam doa berarti kita sedang mengagungkan sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah. Selain itu, Allah juga memerintahkan setiap hamba-Nya untuk memohon kepada Allah dengan menyebut Asmaul Husna, seperti yang disebutkan dalam surat Al-A’raf ayat 180:

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya:
Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu

Yang dimaksud dengan menyebut Asmaul Husna dalam ayat tersebut bukanlah menyebut Asmaul Husna secara keseluruhan. Rasulullah SAW selalu berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-nama-Nya tanpa menyebutnya secara keseluruhan. Ada dua cara berdoa dengan menyebutkan Asmaul husna

Menjadikannya Penghantar Do’a

Asmaul Husna dapat disebutkan di awal doa sebagai penghantar (tawassul) kepada Allah. Contoh penggunaan Asmaul Husna sebagai tawassul adalah sebagi berikut:

اَللَّهُمَّ يَا غَفُوْرٌ اِغْفِرْ لِيْ، يَا رَحِيْمٌ اِرْحَمْنِيْ

Artinya:
Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha pengampun, ampunilah aku. Wahai Dzat yang Maha penyayang, rahmatilah aku

Menjadikannya Pentutup Do’a

Cara yang kedua adalah dengan menyebutkan Asmaul Husna diakhir doa sebagai penutupnya. Jika kita perhatikan, Asmaul Husna banyak sekali disebutkan dalam Alquran di akhir ayat. Beberapa di antaranya adalah doa yang dapat kita mohonkan kepada Allah.

Seperti firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 8 yang menjelaskan mengenai doa supaya hati kita tidak condong pada kesesatan setelah diberikan hidayah.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)

Kesalahpahaman Terhadap Asmaul Husna

Kesalahpahaman pada bacaan asmaul husna
greta pichetti on unsplash.com

Bagi umat Islam, Asmaul husna memang sudah tidak asing lagi. Namun, ternyata ada beberapa kesalahan yang ada di masyarakat yang menarik untuk dibahas. Beberapa kesalahan mengenai Asmaul Husna akan dijelaskan berikut ini:

Jumlah Asmaul Husna

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ternyata jumlah Asmaul Husna tidak hanya ada 99 nama saja. Anggapan tersebut hanya berdasarkan hadits dari Abu Hurairah yang juga telah disebutkan di atas.

Padahal ada hadits lain yang di riwayatkan oleh Ahmad dan Al-Hakim yang mengatakan ada nama lain selai dari yang kesembilan puluh sembilan tersebut. Dikatakan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits tersebut adalah hadits yang shahih.

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي… عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

Artinya:
“… Aku memohon dengan ama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu atau yang Engkau sembunyikan di ilmu ghaib di sisi-Mu…” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa nama Allah SWT tidak hanya berjumlah 99 saja, karena ada nama-nama yang disembunyikan di sisi-Nya.

Al-Qurthubi berkata, “Yang kami dapatkan di buku-buku para imam kami, (nama-nama tersebut) mencapai dua ratus nama.”

Sementara Ibnu Katsir mengatakan bahwa Al-Faqih Al-Imam Abu Bakr bin Al-‘Arabi, salah satu imam madzhab Maliki menyebutkan dalam kitabnya ‘Al-Ahwadzi fi Syarhi A-t-Tirmidzi, “Sebagian ulama mengumpulkan nama-nama Allah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebanyak seribu nama.”

Jumlah 99 memang tidak salah, karena nama-nama tersebut sudah menjadi kesepakatan para ulama. Namun, ada nama-nama lainnya yang masih diperselisihkan yang jumlahnya belum disepakati sampai sekarang. Allahu a’lam.

Menyebutkan Sembilan Puluh Sembilan Asmaul Husna dalam Satu Hadits

Selain jumlahnya, ada yang mengatakan bahwa ke-99 nama tersebut terkumpul dalam satu hadits. Hal itu bisa dikatakan sangatlah salah, karena tidak ditemukan hadits yang shahih menyebutkan dan mengumpulkan Asmaul Husna dalam satu hadits.

At-Tirmidzi, dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, berkata setelah menyebutkan hadits yang menyebutkan 99 Asmaul Husna dalam satu hadits adalah hadits yang gharib.

“Hadits ini diriwayatkan dengan jalan lain dari Abu Hurairah dan kami tidak mengetahui pada sebagian besar riwayat-riwayat tersebut yang menyebutkan nama-nama ini kecuali di hadits ini…”

Anggapan Masuk Syurga Bagi yang Menghitung atau Menghafalnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama/seratus dikurangi satu. Barang siapa yang dapat menghitung atau menghafalnya maka dia akan masuk surga.” (HR.Al-Bukhari)

Orang yang menghitung atau mengahafal Asmaul Husna memang akan mendapat ganjaran masuk syurga. Namun, tidak serta merta medapatkannya hanya dengan menghitung dan membacanya saja.

Terdapat kata ihsha’ yang berarti menghitung atau menghafal pada hadits tersebut. Kata tersebut memiliki empat tingkatan, yaitu:

  • Menghitung dan menghafal Asmaul Husna
  • Memahami makna yang terkandung di dalamnya
  • Berdoa dengan menyebut nama-nama tersebut
  • Menyembah Allah dengan mengimani seluruh kandungan nama-nama tersebut. Contohnya, jika kita tahu bhawa Allah Al-Ghafur (Maha Pengampun), maka hendaknya kita selalu memohon ampun kepada-Nya. Jika kita tahu bahwa Allah Al-Bashir (Maha Melihat), maka hendaknya kita selalu menjaga perbuatan supaya tidak mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh-Nya.

Maka untuk mendapat ganjaran masuk syurga kita harus mengamalkan keempat tingakatan tersebut. Tidak bisa hanya mengandalkan menghitung dan menghafalkan Asmaul Husna saja.

Pemberian Nama dengan Salah Satu Nama Allah

Nama adalah doa dan harapan yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya. Oleh karena itu, setiap orangtua pasti memilihkan nama terbaik untuk disematkan kepada anaknya, seperti memberikan nama Allah.

Tapi, tahukah Anda bahwa ada nama-nama Allah yang tidak bisa diberikan sebagai nama? Nama-nama Allah terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Nama-Nama Khusus Hanya untuk Allah

Di antara sekian banyak nama-nama Allah, terdapat di antaranya yang hanya khusus dimiliki oleh Allah. Beberapa nama khusus tersebut, seperti Ar-Rahman, Al-Khaliq, Al-Bari’, Al-Qayyum, Al-Ilah, Ar-Razaq, Ash-Shamad, dan masih banyak lagi.

Nama-nama tersebut hanya boleh dimiliki oleh Allah dan tidak dapat diberikan kepada makhluknya. Hal ini ditujukan untuk menjaga tauhid dan menjaga hak Allah. Selain itu, hal tersebut juga sebagai langkah menutup pintu-pintu kesyirikan pada ucapan-ucapan manusia.

Karena bisa saja, dengan penggunaan nama khusus bagi Allah, seseorang menyangka bahwa selain Allah yang menggunakan nama tersebut juga memiliki sifat-sifat yang terkandung pada nama tersebut. Hal ini termasuk pada syirik yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh hamba Allah.

Nama-Nama yang Mengandung Sifat yang Tidak Dikhususkan untuk Allah

Selain nama yang sudah dikhususkan untuk Allah, ada juga nama yang mengandung sifat Allah, tapi tidak dikhususkan untuk Allah. Beberapa nama tersebut adalah Al-Halim, Ar-Rahim, Ar-Rauf, Al-Aziz, Al-Karim, Al-Hakim, Al-Hakam, Al-‘Aliy, dan masih banyak lagi.

Nama-nama tersebut boleh digunakan sebagai nama. Karena Allah pun menamakan makhluk-Nya dengan nama-nama tersebut di dalam Al-Quran, seperti pada ayat-ayat berikut:

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Artinya:
“Kemudian kami berikan kabar gembira kepadanya (yaitu Ibrahim) dengan seorang anak yang (sabar/tenang).” (QS Ash-Shâffât : 101)

Dalam kisah Nabi Yusus, Allah juga menyebut penguasa pada saat itu dengan sebutan Al-‘Aziz

قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ

Artinya:
“Istri Al-‘Azîz pun berkata.” (QS Yusuf : 51)

Meski ada nama yang boleh digunakan oleh makhluk-Nya, namun yang harus kita pahami adalah bahwa kesamaan nama tersebut tidak lantas membuat Allah sama dengan makhluk-Nya.

Karena sifat yang dimiliki oleh tidak akan mampu ditandingi oleh siapa pun dan apa pun, bahkan jika langit dan bumi disatukan. Allah memiliki sifat yang sempurna, tidak ada kekurangan satu pun, lain halnya dengan manusia yang banyak melakukan kesalahan.

Walau pun penggunaan nama-nama jenis kedua tadi diperbolehkan, namun disunnahkan untuk menambahkan kata ‘Abd’ untuk laki-laki sebagai nama penghambaan, seperti ‘Abdul Halim, Abdul Hakim, dll.

Setelah mengetahui informasi mengenai bacaan Asamul Husna Arab, latin, beserta artinya, semoga dapat menambah rasa cinta Anda kepada Allah.

Hanya dengan membaca kemudian menghitung Asmaul Husna yang diikuti dengan pemahaman dan penghambaan pada sifat tersebut, kita bisa mendapatkan ganjaran syurga.

Di antara manfaat membaca dan menghafal Asmaul Husna ialah menambah keimanan kita kepada Allah, semakin mengenal kebesaran Allah lewat nama-nama-Nya, dan juga senantiasa mengingat Allah Yang Maha Kuasa.

olla weje

Menulis adalah jalan ninjaku

Leave a Reply

Close Menu